Berita

Politik

Ini Jawaban Mengapa Indonesia Jadi Pengimpor Gula Terbesar Di Dunia Jelang Pemilu

KAMIS, 10 JANUARI 2019 | 22:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Prestasi Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar di dunia menjelang pemilihan umum tahun ini mengundang tanya pengamat politik Hendri Satrio.

Prestasi buruk itu diungkap ekonom Faisal Basri. Melalui cuitannya di Twitter, Faisal menunjukkan data negara-negara pengimpor gula utama dunia sepanjang 2017 dan 2018.

Tercatat Indonesia duduk di urutan pertama dengan mengimpor sekitar 4,45 juta metrik ton gula selama periode tersebut. Volume ini melebihi impor gula China sebesar 4,2 juta metrik ton dan AS yang mencapai 3,11 juta metrik ton.


"Praktek rente gila-gilaan seperti ini berkontribusi memperburuk defisit perdagangan," tulis Faisal Basri.

Hendri Satrio mengatakan impor menjelang pemilu tidak bagus untuk Jokowi. Impor bisa menjadi peluru untuk lawan menyerang petahana.

"Saya yakin 01 paham ini, tapi mengapa tetap impor?" tulis Hendri Satrio di akun Twitternya, @satriohendri, sambil meneruskan pertanyaan tersebut kepada ekonom senior yang juga mantan Menko Maritim Rizal Ramli.

Rizal memberi jawaban. Menurut RR, demikian Rizal Ramli disapa, kondisi tersebut akibat menteri yang diangkat Jokowi doyan melakukan impor.

"Mas @jokowi pada awalnya bagus sekali, visi Trisakti. Tapi kemudian angkat mentri2 yg dasarnya anti-Trisakti. Pidato bolak-balik ttg kedaulatan pangan, tapi angkat mentri doyan impor pemburu rente. Menyerah thd tekanan partai2. Conflict-of-interest," kicau RR di @RamliRizal.[dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya