Berita

Eni Maulani Saragih/Net

X-Files

Eni Saragih: Pokoknya Suami Saya Menang...

Saksi Ungkap Tebar Duit Di Pilkada Temanggung
RABU, 09 JANUARI 2019 | 09:36 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih tebar uang miliaran rupiah agar suaminya, M Al Khadziq menang Pilkada Temanggung.
Itu terungkap dari kesaksian Macbub dan Jumadi, koordi­nator relawan pemenangan Al Khadziq di sidang perkara Eni di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

"Bu Eni biasa mimpin rapat relawan di Temanggung," ung­kap Machbub, yang jadi koordi­nator relawan Kecamatan Jumo, Demawang dan Kedu.

Pada beberapa kali rapat penggalangan suara, Eni menya­takan akan menyediakan dana pemenangan. Politisi Golkar itu akhirnya memenuhi janjinya. Machbub diberi Rp 1,35 miliar. "Diberikan lewat stafnya, setahu saya namanya Hakim," sebut Machbub.

Pada beberapa kali rapat penggalangan suara, Eni menya­takan akan menyediakan dana pemenangan. Politisi Golkar itu akhirnya memenuhi janjinya. Machbub diberi Rp 1,35 miliar. "Diberikan lewat stafnya, setahu saya namanya Hakim," sebut Machbub.

Jaksa KPK mencecar untuk uang apa itu. Machbub men­jawab lupa. Jaksa lalu memba­cakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Machbub di KPK. Pada poin 8 Ia menerangkan, uang dari Eni dibagikan ke 3 kecamatan.

Kecamatan Kedu menda­pat jatah Rp 600 juta. Uangnya diserahkan ke Win. Kecamatan Gemawang Rp 400 juta. Machbub menyerahkannya ke Endik. Adapun jatah untuk Kecamatan Jumo Rp 350 juta diserahkan ke Tito.

"Selanjutnya uang tersebut akan diberikan ke tingkat Desa dan RT untuk mengkampanye­kan Saudara Al Khadziq sebagai calon Bupati Temanggung," Jaksa KPK Ronald Worotikan membacakan BAP Machbub.

Machbub tak membantah. Ia menegaskan sama sekali tak memotong uang yang akan dibagi-bagikan ke 3 kecamatan. Sebab ia sudah dikasih Rp 10 juta oleh Radis, staf Eni.

"Itu sebagai ganti operasional, kan selama ini tidak pernahdikasih apa-apa," kata Machbub.

Sementara Jumadi mengung­kapkan, pernah menerima uang Rp 1,7 miliar dari Eni melalui Hakim. Jumadi koordinator rela­wan 5 kecamatan: Ngadirejo, Candiroto, Tretep, Wonoboyo dan Bejen.

"Itu untuk sekitar hampir 3 ribu tim (relawan),"  sebutnya.

Jumadi menuturkan, saat rapat dengan koordinator relawan Eni tak pernah menjelaskan dari mana asal uang yang dibagi-bagikan ke kecamatan. "Yang jelas waktu itu sudah dijanjikan Mbak Eni mau diberikan uang itu," tuturnya.

Eni enggan berkomentar men­genai kesaksian dua koordinator relawan soal tebar uang. "Waduh, pokoknya suami saya menang," seringainya.

Pada sidang sebelumnya ter­ungkap, Eni meminta uang kepada sejumlah pengusaha agar membantu biaya kampanye suaminya. Salah satunya dari Samin Tan. Jumlahnya Rp 5 miliar.

Sebagai timbal baliknya, Samin Tan meminta Eni mem­bantu perusahaanya, PT Asmin Koalindo Tuhup, yang diputus kontrak Kementerian ESDM. Eni diminta melobi Menteri Ignasius Jonan.

Tahta Maharaya, keponakan sekaligus staf pribadi Eni ber­saksi, pernah mengambil uang Rp 4 miliar dari Nenie Afwani, anak buah Samin Tan. Uang dikemas dalam tas olahraga.

Uang itu lalu ditukar men­jadi pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu. Sebelum dibawa ke Temanggung. Diduga uang pecahan itu akan dibagi-bagikan ke masyarakat agar memilih Al Khadziq. Suami Eni itu akhirnya menang Pilkada Temanggung. KPU menetapkan Al Khadziq sebagai bupati terpilih.

Dalam perkara ini, Eni didak­wa menerima suap Rp 4,75 miliar dari Johanes B Kotjo terkait proyek PLTU Riau. Kemudian, didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha. Eni diminta membantu berbagai urusan yang terkait dengan kementerian mitra Komisi VII. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya