Berita

Dunia

UNESCO Ditinggal Amerika Dan Israel Atau Dunia Meninggalkan Keduanya

SELASA, 08 JANUARI 2019 | 19:32 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

AMERIKA SERIKAT dan Israel secara resmi meninggalkan UNESCO memasuki awal tahun 2019.

Meskipun sejak Oktober 2017, Donald Trump diikuti oleh Benjamin Netanyahu telah memberikan isyarat untuk meninggalkan lembaga yang dibangun pasca Perang Dunia ke-2 ini.
Lembaga ini sejatinya berujung untuk mendukung perdamaian dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka saling menghormati berdasarkan prinsip keadilan, hukum, HAM, dan kebebasan hakiki sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Konstitusi UNESCO.

Akan tetapi Amerika dan Israel menuduh lembaga ini semakin tidak netral karena mengakomodasi sejumlah tuntutan Palestina terkait dengan berbagai warisan situs sejarah di tanah Palestina. Israel diikuti Amerika kemudian menuduh lembaga ini dengan tuduhan klise sebagai anti Smith.

Akan tetapi Amerika dan Israel menuduh lembaga ini semakin tidak netral karena mengakomodasi sejumlah tuntutan Palestina terkait dengan berbagai warisan situs sejarah di tanah Palestina. Israel diikuti Amerika kemudian menuduh lembaga ini dengan tuduhan klise sebagai anti Smith.

Kalau kita mencermati secara seksama berbagai kebijakan UNESCO (The United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai lembaga internasional di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang berdiri 4 November 1945 yang berhubungan dengan bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan awalnya condong pada kepentingan Israel.

Akan tetapi, sejalan dengan bertambahnya usia, lembaga ini semakin netral dan independen. Karena itu, semakin rasional, proporsional, dan berimbang dalam mengambil berbagai keputusan khususnya terkait isu Palestina-Israel. Situasi ini dapat dilihat sebagai indikator berkurangnya dukungan dunia internasional terhadap Israel atau meningkatnya dukungan masyarakat internasional terhadap Palestina. Atau bisa juga dilihat sebagai isyarat menyusutnya pengaruh Amerika di tingkat global.

Puncak kemarahan Amerika dan Israel terjadi saat UNESCO yang berkedudukan di Paris ini menerima negara Palestina sebagai anggota penuh pada tahun 2011. Sejak saat itu, Amerika maupun Israel terus menunggak kewajibannya untuk membayar Iuran keanggotaan.

Terpilihnya Audrey Azoulay sebagai Director General UNESCO pada tahun 2017 yang tampaknya dimaksudkan untuk mengurungkan niat Amerika dan Israel untuk meninggalkan lembaga international yang beranggotakan 191 negara ini ternyata gagal.

Sebagaimana diketahui Azoulay adalah seorang politisi perempuan Prancis beragama Yahudi dan memiliki leluhur asal Maroko. Karena itu, ia memiliki hubungan emosional (historis dan relijius) dengan masyarakat Yahudi maupun Arab. Tampaknya, kekecewaan Amerika maupun Israel terlalu dalam dengan lembaga PBB ini, sehingga kehadiran Azoulay tidak mampu melunakkannya.

Ke depan kita akan saksikan apakah lembaga-lembaga internasional termasuk PBB akan lebih baik tanpa Amerika dan Israel? [***]

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya