Berita

Foto: Dok

Nusantara

Rayakan Kebhinnekaan, Haul Gus Dur Kirim Pesan Kemanusiaan Di Tahun Politik

SELASA, 08 JANUARI 2019 | 07:42 WIB | LAPORAN:

Para pencinta Gus Dur atau yang akrab dikenal Gusdurian merayakan kebhinnekaan sekaligus mengirimkan pesan kemanusiaan di tahun politik ini.

Forum Pencinta Gus Dur di Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar haul ke- 9 Gus Dur dengan pagelaran seni budaya.

Koordinator Gusdurian Sidoarjo, Haedar Wahyu menuturkan, tujuan pagelaran ini untuk menyampaikan nilai-nilai dan pesan-pesan Gus Dur kepada seluruh masyarakat.


Pagelaran seni budaya bertajuk Harmoni Kebhinnekaan pun digelar. Harmoni Kebhinnekaan, Yang Terpenting dari Politik adalah Kemanusiaan. Demikian tema pagelaran Haul Gus Dur ke 9 yang dilaksanakan di Klenteng Teng Swie Bio, Kecamatan Krian.

"Kami, dari lintas agama, ingin sekali meneruskan perjuangan Gus Dur,"  tutur Haedar Wahyu dalam keterangannya.

Pesan-pesan dan nilai-nilai Gus Dur hendak ditularkan kepada seluruh warga negara Indonesia. Apalagi, lanjut Haedar, tahun 2019 adalah tahun politik, maka yang paling penting dari politik adalah kemanusiaan, seperti pesan Gus Dur.

“Tentunya, kami Gusdurian Sidoarjo ingin menyampaikan pesan di tahun politik. Yang mana politik yang utama adalah politik kebangsaan," ujarnya.

Haedar menjelaskan, sejatinya politik kebangsaan itu memanusiakan manusia atau politik yang berpihak pada masyarakat pinggiran dan masyarakat yang tertindas.

"Ini ajaran nilai-nilai pesan Gus Dur tentang politik kebangsaan yang harus terus diperjuangkan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Haul Gusdurian Ke 9,  Febriyanti Ryan Ariyani mengatakan, forum terhormat ini mengundang semua tokoh dan lintas agama di Sidoarjo.

"Karena Gusdurian adalah lintas agama yang mana ingin menekankan pentingnya toleransi antar umat,"ujarnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya