Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Jangan Ada Upaya Mendegradasi Kredibilitas Pemilu

SENIN, 07 JANUARI 2019 | 22:22 WIB | LAPORAN:

Pernyataan calon wapres Sandiaga Uno yang meragukan kredibilitas dan integritas Komisi Pemilihan Umum mendapat tanggapan keras Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Sekretaris Bapilu DPP PSI Andi Saiful Haq, jikapun ada hasil KPU yang meragukan adalah karena meloloskan capres dan cawapres seperti Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Itu pun karena dalam penetapan capres dan cawapres tidak ada tes kebohongan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/1).


Andi Saiful memastikan bahwa PSI mengikuti proses verifikasi KPU secara detail tahap demi tahap. Dalam setiap tahapan yang dilalui, seluruh jajaran KPU sampai KPUD, Bawaslu hingga Panwaslu selalu menunjukkan integritas dan profesionalitas yang tinggi.

"Sebagai partai anak muda dan baru, PSI tidak sekalipun diminta untuk menempuh jalan yang tidak benar. Semua proporsional sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya.

Dia menyarankan agar Sandi tidak bermain-main dengan persoalan legitimasi pemilu.

"Jika Sandi menemukan pelanggaran yang dilakukan KPU, tinggal lapor ke Bawaslu atau panwas. Jika terkait integritas lembaga pelaksana pemilu atau pengawas pemilu tinggal lapor le DKPP. Tapi ternyata nyali Sandi tidak lebih tebal dari tempe yang disebutnya setipis ATM, dia lebih memilih berpolemik di media," papar Andi Saiful.

Dia pun mencurigai ada upaya sistematis untuk mendegradasi kredibilitas penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Saya mengkhawatirkan upaya ini merupakan strategi khusus untuk mendegradasi integritas penyelenggara pemilu. PSI mendukung upaya KPU dan Bawaslu agar mengambil upaya hukum untuk menghentikan upaya yang membahayakan demokrasi Indonesia," tegas Andi Saiful. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya