Berita

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani/RMOL

Politik

PILPRES 2019

Sekjen Gerindra: Sejak Awal Kami Ingin Debat Pilpres Natural

SENIN, 07 JANUARI 2019 | 14:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan membocorkan kisi-kisi pertanyaan debat capres dan cawapres Pilpres 2019 menuai kontroversi.

Meskipun KPU berdalih bahwa hal tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak masing-masing paslon, namun hal itu dianggap masih menjadi persoalan serius

"Ya memang ada pandangan rapat bersama yang dilakukan BPN dan TKN," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/1).


"Tapi begini, KPU mengatakan bahwa jika kedua belah pihak tidak memberikan persetujuan yang sama, maka kemudian KPU akan membatalkan keputusan. Artinya, cara yang sama dilakukan oleh KPU dalam hal ini," sambungnya.

Menurut Muzani, BPN Prabowo-Sandi tetap menginginkan debat Pilpres dilangsungkan secara natural tanpa ada kisi-kisi dan disampaikan langsung oleh Capres-Cawapres.

"Sejak awal kita ingin bahwa debat Pilpres itu adalah sesuatu yang dipakai untuk menggali suatu masalah atau problem sebagai upaya menggali problem solving dari satu masalah," tegasnya.

Kendati demikian, kata Muzani, pihaknya tetap akan mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan yang telah ditetapkan oleh KPU.

"Ya itu sudah diambil ya kita ikuti," tutup wakil ketua MPR ini. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya