Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Hanya 5 Partai Lolos Senayan, PDIP Juara

SENIN, 07 JANUARI 2019 | 03:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan keluar sebagai pemenang pemilu 2019. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu digdaya dari 15 partai peserta pemilu lainnya dengan 31,2% suara.

Demikian hasil survei Lembaga Riset Publik (LRP).

Manajer LRP Arfan Maulana mengatakan survei dilakukan pada Desember 2018 dengan melibatkan 1.200 responden dan menggunakan teknik pengambilan multistage random sampling atau sample acak bertingkat. Adapun margin eror survei sebesar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.


"PDIP unggul meninggalkan Partai Gerindra di urutan ke dua dengan 17,8 persen. Tiga posisi terakhir adalah Partai Garuda dengan 0,4 persen, Partai Berkarya dengan 0,5 persen, dan PKPI dengan 0,8 persen," kata Arfan saat pemaparan hasil survei kepada wartawan di Hotel Sofyan, Jalan Cut Mutia, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat Minggu (6/1).

Berdasarkan elektabilitas partai, PDIP paling banyak dipilih seandainya Pileg dilaksanakan saat ini. Arfan menambahkan, dari hasil survei itu hanya empat partai selain PDIP yang lolos ambang batas parlemen 4%. Di antaranya Partai Gerindra dengan 17,8%, Partai Golkar 7,2%, Partai Demokrat 5,3%, dan PKB 5,3%.

"Penyebabnya, partai baru bisa jadi karena belum dikenal, ketokohan pun belum keluar. Sementara partai menengah masih bisa naik," kata Arfan yang menambahkan partai tengah adalah Nasdem, PKS, PAN, PPP, PBB.

Ada beberapa alasan kenapa masyarakat memilih salah satu partai. Untuk PDIP, kebanyakan orang memilih banteng moncong putih karena dianggap berpihak kepada rakyat kecil.

"Alasan paling banyak memilih PDIP karena dianggap pro rakyat kecil sebanyak 23,8 persen. Gerindra dan Golkar dianggap memiliki visi dan misi yang bagus dengan nilai 26,5 persen. Demokrat dipilih karena sosok ketua umum sebanyak 35,7 persen, dan PKB dianggap mewakili kepentingan umat Islam sebanyak 23,5 persen," jelasnya.[dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya