Berita

Politik

Golkar Ribut Dengan PSI Soal "Kebohongan Award"

MINGGU, 06 JANUARI 2019 | 21:00 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Ulah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan memberikan 'Kebohongan Award' tak hanya dikritik oleh partai di luar koalisi Joko Widodo-Maruf Amin, tapi juga di dalam sendiri, salah satunya Partai Golkar.

Menurut politisi Partai Golkar, Roem Kono, menilai ulah PSI dengan memberikan penghargaan telah membuat gaduh situasi politik.

"PSI telah membuat kegaduhan dengan 'kebohongan award'," kata Roem Kono.


Dituding membuat Gaduh, PSI yang notabene partai baru ini berang. Juru Bicara PSI Dara Adinda Nasution mengaku tak terima dengan pernyataan partai sesama pendukung Jokowi-Maruf ini.

"Jangan menegasikan gitu. Dulu PSI tak persoalkan Golkar ketika ketua umumnya tersandung kasus korupsi," ungkap Dara, Minggu (6/1).

Tak hanya itu, Roem Kono menyatakan apa yang dilakukan PSI sebagai cara yang salah dan PSI seolah menganggap demokrasi sebagai permainan.
 
Dara pun menyayangkan sikap Roem Kono tersebut. Menurut Dara, aksi PSI termasuk dalam kampanye nonviolent resistance.

"Yaitu sebuah upaya melakukan proses perubahan sosial melalui cara-cara simbolik tanpa kekerasan. Jangan karena kaget dengan bentuk kampanye baru, lalu melabelinya sebagai kegaduhan," demikian Dara. [jto]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya