Berita

Presiden Jokowi/Net

Bisnis

Ekonomi Stagnan, RR: Jokowi Salah Pilih Menteri

MINGGU, 06 JANUARI 2019 | 19:54 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Presiden Joko Widodo sangat bagus dalam konsepsi di awal kampanye dulu, yakni mengusung Tri Sakti yang digemakan Soekarno. Namun, Trisakti tak berjalan di era pemerintahanya karena Jokowi salah pilih menteri.

Hal itu diungkapkan ekonom senior DR. Rizal Ramli, dalam sebuah talkshow di Kompas TV, sesaat lalu (Minggu, 6/1).

"Awal kampanye bagus soal Trisakti Bung Karno. Setelah jabat Presiden malah salah pilih menteri, di mana menteri yang antitrisakti dan neoliberal, maka kondisinya seperti ini (ekonomi stagnan)," tegas RR.


Sementara, soal pertumbuhan ekonomi yang stagnan, RR mengungkit soal banyaknya klaim pejabat negara yang menyatakan pendapatan negara yang besar.

"Saya mohon maaf jangan kibuli kita rakyat kecil, dengan katakan "Wah, pendapatan kita gede', tunjukkan saja indikatornya," ungkap RR.

Kalau, sambung RR, dilihat dari tax ratio dan kinerja BUMN baik itu merupakan indikator keberharasilan dalam pendapatan negara.

"Ini tax ratio masih 10 persen dan enggak kembali, lalu BUMN masih ada yang mengalami kerugian, gimana disebut pendatan gede. Kalau BUMN nmerugi plus pajak tak lampaui target maka itu bukan pendapatan gede," demikian RR. [jto]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya