Berita

Foto; Net

Politik

Sandiaga Ingin Bertemu Dengan Pasangan Capres 'Guyonan' Nurhadi-Aldo

MINGGU, 06 JANUARI 2019 | 18:15 WIB | LAPORAN:

Kehadiran pasangan calon presiden dan wakil presiden 'guyonan', Nurhadi-Aldo di tengah panasnya persaingan Pilpres 2019, direspons calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno.

Menurut Sandi, kehadiran pasangan capres-cawapres 'guyonan' ini sebagai tanda realita dalam politik modern saat ini, dan menjadi koreksi untuk dirinya.

"Bagi saya ini fenomena nyata, dan ini koreksi buat kami pasangan calon, berarti mereka belum bisa menjawab tuntutan yang diinginkan masyarakat," ungkap Sandiaga, Minggu (6/1).


Kemunculan pasangan capres dan cawapres fiktif Nurhadi-Aldo kian ramai diperbincangkan. Beberapa pekan terakhir, para pengguna media sosial mungkin sulit menghindar dari pasangan calon presiden bernama Nurhadi-Aldo.

Sekilas, poster yang tersebar, Nurhadi-Aldo tampak seperti pasangan politikus yang sungguh-sungguh ingin memikat para pemilih: dua pria setengah baya bersongkok, dengan nama partai dan slogan kampanye.

Guyonan politik yang ditawarkan pasangan fiktif Nurhadi-Aldo di lini masa media sosial. Hal tersebut membuat Sandiaga penasaran bahkan ingin bertemu dengan pasangan 'guyonan' tersebut.

"Saya juga pingin ketemu sama Nurhadi-Aldo, temennya Faldo Maldani bukan?," demikian Sandi. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya