Berita

Anthony Leong/Dok

Politik

Andi Arief Diperkarakan, BPN Prabowo-Sandi Ungkit Hoax Esemka Mar'uf Amin

MINGGU, 06 JANUARI 2019 | 07:35 WIB | LAPORAN:

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief dilaporkan ke Bareskrim Polri karena diduga menyebar hoax adanya tujuh kontainer yang membawa surat suara tercoblos.

Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Anthony Leong menekankan bahwa diksi yang dipakai oleh Andi Arief bukanlah hoax seperti yang dituduhkan oleh masyarakat.

"Kalau diperhatikan, diksi Andi Arief sedang mengimbau KPU untuk memeriksa kabar mengenai informasi tersebut. Coba dilihat lagi. Pak Ma'ruf Amin akan luncurkan Esemka pada Oktober 2018 tapi sekarang sudah Januari 2019 juga belum ada, padahal rakyat sudah menanti. Ini baru hoax. Kami minta pihak berwajib adil dalam memberantas peredaran hoax," tegas Anthony pada keterangannya.


Koordinator Prabowo-Sandi Digital Team itu meminta semua pihak untuk tidak saling memprovokasi. Pihak berwajib sebaiknya fokus mencari pembuat rekaman suara terkait informasi tujuh kontainer berisi suara suara.

"Jangan sampai ini ada framming untuk menyudutkan Prabowo-Sandi karena cuitan yang viral, perekam suara itulah yang harusnya ditindak lanjuti. Kemarin kasus black campaign Sandiaga Uno Undercover juga tidak diproses sampai sekarang, padahal pelaporan sudah masuk," tegasnya.

Andi Arief lewat akun Twitter @AndiArief__ meminta kabar tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos yang telah ramai sejak Rabu sore (2/1) di grup Whatsapp agar dicek.

Setelah cuitan Andi Arief itu, malam harinya sekitar 22.00 WIB, KPU bersama Bawaslu, Bareskrim Polri bergerak mengecek ke lokasi yang disebutkan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alhasil, KPU memastikan kabar itu bohong alias hoax.

"Tidak ada, itu tidak benar, tidak ada TNI AL yang menemukan itu dan tidak benar KPU telah menyita," ujar Ketua KPU Arief Budiman seusai sidak di Tanjung Priok.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya