Berita

Jokowi dan Maruarar Sirait/Net

Politik

Maruarar Jamin Jokowi Akan Operasi Pasar

MINGGU, 06 JANUARI 2019 | 01:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Saat ini, perkembangan ekonomi global kurang baik dan bahkan harga minyak dunia juga fluktuatif. Kondisi ekonomi global ini tentu saja menjadi tantangan sendiri bagi kondisi di dalam negeri.

Karena itu anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait meminta agar Presiden Joko Widodo melakukan operasi pasar. Anggota DPR dari daerah Pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang (SMS) dengan suara terbanyak ini mengatakan bahwa operasi pasar ini dilakukan dalam rangka mencegah naiknya harga sembako.

"Sebab, pemenuhan kebutuhan dasar rakyat itu harus menjadi perhatian penting di tengah kurang baiknya ekonomi global," kata Maruarar, yang kini menjadi Caleg DPR RI dari daerah pemilihan Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, Sabtu malam (5/1).


Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) ini berharap operasi pasar itu bisa tepat sasaran bagi rakyat yang benar-benar membutuhkan.

"Saya jamin operasi pasar akan dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia," kata Maruarar, yang dikenal dekat dengan Jokowi.

Jaminan Maruarar selama ini terbukti. Misalnya, terkait dengan tarif dasar listik dan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pada 30 Desember 2018, legislator yang vokal membela usaha mikro kecil dan menengah dalam kasus daftar negatif investasi ini menjamin harga TDL dan harga BBM tidak naik.

Terbukti, seminggu kemudian, Jumat (5/1), Menteri ESDM Ignasius Jonan memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikan TDL dan harga BBM.

"Pak Jokowi sudah memberikan penjaminan tidak ada kenaikan BBM dan kenaikan listrik," tegas Maruarar.

Maruarar percaya, rakyat bangga dengan gembira dengan pemerintahan Jokowi. Tingkat kepercayaan publik kepada Jokowi juga akan tinggi. Lebih-lebih, pemerintah juga menjadin stabilitas dan di saat yang sama penegakan hukum juga semakin baik.

"Hubungan TNI-Polri baik, hubungan antara KPK dan kepolisian dan kejaksaan juga baik, tak ada kegaduhan di bidang hukum," demikian Maruarar. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya