Berita

Salam Dua Jari/Net

Hersu Corner

Perlawanan Massal Salam Dua Jari

SABTU, 05 JANUARI 2019 | 21:32 WIB | OLEH: HERSUBENO ARIEF

KABAR dari Ponorogo, Jawa Timur itu sungguh mengejutkan. Kunjungan Presiden Jokowi Jumat (4/1) disambut oleh aksi salam dua jari oleh sejumlah pelajar dan warga.

Mereka sengaja  berjajar di sepanjang jalan menyambut kedatangan Jokowi,  sambil mengacung-acungkan salam dua jari. Video dan foto-fotonya viral di medsos dan media non arus utama.

Sejauh ini, aksi di Ponorogo merupakan yang “terbesar”  dalam fenomena salam dua jari bersama Jokowi. Fakta ini menyadarkan kita, telah  terjadi metamorfosa yang sangat cepat, aksi pembangkangan rakyat ( social disobedience ) terhadap Jokowi.


Dari semula hanya berupa permainan ( games )  “Uji Nyali Salam Dua Jari bersama Jokowi,”  menjadi “Gerakan Perlawanan Salam Dua Jari, ” (social disobedience movement ).
 
Dari semula hanya aksi seru-seruan di kalangan generasi digital (Gen Y dan Z), menjadi gerakan massal. Aksi yang dipelopori oleh remaja dan emak-emak ini,  telah diadopsi oleh masyarakat sebagai bentuk perlawanan damai, riang gembira, terhadap penguasa.

Coba perhatikan faktanya. Hampir semua kegiatan Presiden Jokowi   selalu dihantui oleh aksi ini. Mulai dari aksi mahasiswa di Medan yang jarinya terpaksa ditekuk  oleh Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) awal Oktober 2018, sampai aksi “Salam Dua Jari” sejumlah pelajar NU di tangga Istana Merdeka.

Yang juga sempat sangat viral adalah seruan “Jokowi Mole,” ( pulanglah) saat deklarasi dukungan ulama di Madura, dan yang terbaru adalah aksi sejumlah emak-emak yang melakukan salam dua jari bersama Jokowi di Kebun Raya Bogor. Aksi ini kemudian dilanjutkan foto bersama sambil membentangkan spanduk “2019GantiPresiden” di depan Istana Bogor.

Rakyat Menagih Janji

Bagaimana kita memahami fenomena ini?  Ponorogo di Jatim  masuk dalam  kawasan Mataraman (Ngawi, Madiun, Blitar, Ponorogo, Magetan, dan Kediri). Secara tradisional kawasan ini dikuasai oleh PDIP.
 
Benar di Ponorogo ada Pondok Pesantren Gontor yang sangat legendaris. Namun dilihat dari peta politik 2014 partai-partai nasionalis masih mendominasi perolehan suara di Ponorogo.

Bupati Ponorogo saat ini dijabat oleh Ipong Mochlisoni, ketua DPW Nasdem Jatim. Sebagai Korwil Tim Kampanye Daerah   (TKD) Jokowi-Ma’ruf, Ipong menargetkan 70% suara pada Pilpres  2019. Pada Pilpres 2014  Jokowi-Kalla menang atas Prabowo-Hatta. Dengan begitu wilayah ini bisa disebut sebagai kandang Jokowi.

Perlawanan massal secara terbuka ini bisa dimaknai sebagai tanda-tanda terjadinya arus balik.  Rakyat kecewa terhadap Jokowi. Pada bulan Maret 2015, Jokowi sempat berjanji akan membagikan ribuan traktor untuk petani di Ponorogo. Dari total 41 ribu traktor, petani Ponorogo kebagian 3 ribu.
 
Sayangnya janji itu tinggal janji. Ribuan traktor yang dipajang di sepanjang jalan tempat acara,  raib bersamaan dengan kepergian Jokowi. Masyarakat mencatat janji Jokowi tak dipenuhi.

Kekecewaan serupa juga dialami petani di Ngawi, Jatim. 1187 unit traktor tangan  dan pompa air yang dijanjikan Jokowi, tak kunjung tiba.

Kasus serupa juga terjadi di beberapa daerah. Di Lombok, NTB  korban bencana gempa sangat marah ketika mengetahui buku tabungan bank sebesar Rp 50 juta yang diserahkan Jokowi tidak bisa dicairkan. Mereka malah diminta berutang ke bank.
 
Peristiwa ini menjadi sorotan media asing. Laman media Australia Sidney Morning Herald edisi 13 Desember 2018 menurunkan berita berjudul “Please keep your promise, it's been months now: Lombok locals plead.”  Tolong penuhi janji Anda (Jokowi). Sudah lebih sebulan, rakyat Lombok memohon.

Di luar janji-janji langsung kepada warga, publik juga mencatat banyak janji kampanye Jokowi yang tak dipenuhi. Ada puluhan janji Jokowi yang tak dipenuhi.

Pilpres kali ini sangat jelas Jokowi tidak hanya menghadapi Prabowo-Sandi. Ancaman serius dan  paling berat justru perlawanan rakyat. Aksi salam dua jari yang kini telah menjadi perlawanan massal dan banyaknya bangku kosong dalam berbagai acara Jokowi, merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi.

Seriusnya ancaman memaksa  Panglima TNI dan Kapolri turun tangan. Kedua petinggi yang belakangan rajin melakukan safari ke kiyai dan pondok pesantren itu terpaksa harus menjelaskan, maraknya fenomena salam dua jari di kalangan prajurit TNI dan Polri.

Pemilu adalah saatnya rakyat menagih janji. Mereka akan menjadi hakim yang sangat kejam bagi pemimpin yang tidak memenuhi janji. [***]

Penulis adalah pemerhati ruang publik. Artikel ini dikirim untuk Kantor Berita Politik RMOL

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya