Berita

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin/Net

Politik

PEMILU 2019

Demokrat: KPU Harus Tegar, Bukan Resah Dan Galau

SABTU, 05 JANUARI 2019 | 14:28 WIB | LAPORAN:

. Sikap tegar dan kuat harus dimiliki oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dalam merespons semua isu negatif. Termasuk dalam menyikapi setiap informasi yang disampaikan oleh publik.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, biasanya, tiga bulan menjelang pelaksanaan Pemilu, kritik bagi para penyelenggara Pemilu sangat kencang.

"Saya kira penyelenggara ini justru harus tegar menghadapi cobaan-cobaan, menghadapi kritik-kritikan, dan juga penyelenggara juga menurut hemat saya harus siap juga kalau ada orang memberikan informasi-informasi yang baik. Jangan terlalu sensitiflah," ujar Didi Irawadi dalam diskusi bertajuk "Menuju Pemilu Bermutu" di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).


KPU katanya hanya perlu merespons semua isu negatif dengan memberikan penjelasan terperinci kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Pasalnya, kritik dan isu negatif menjelang pelaksanaan Pemilu terhadap penyelenggara merupakan hal yang sangat lumrah. Hal semacam itu katanya bahkan juga terjadi di negara lain, misalkan India yang gejolak demokrasinya jauh lebih besar.

"Bukan kelihatan resah, galau, dan sebagainya. Ini akan membuat galau seluruh bangsa. Menurut hemat saya tegar aja, biasa kok, di negara lain di India lebih gila lagi demokrasinya, gejolak setiap kali Pemilu. Oleh karenanya tenang-tenang aja saya kira, belum ada hal yang luar biasa menggangu, bekerja yang baik saja yakinkan rakyat kalau ada masukan info-info ya silahkan berjalan dengan baik saja," pungkas Didi Irawadi. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya