Berita

Ketua Umum DPP Ormas MKGR Roem Kono/RMOL

Politik

Ketum MKGR: "Kebohongan Award" PSI Menambah Keburukan Perpolitikan

SABTU, 05 JANUARI 2019 | 11:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Penghargaan "Kebohongan Award" Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diberikan kepada tiga tokoh yakni Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Andi Arief dinilai menambah keburukan perpolitikan.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP Ormas MKGR Roem Kono usai melakukan ziarah ke makam para pendiri bangsa, di Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/1).

"Saya kira, kita jangan menambah-nambah, jangan mengada-ada, sesuatu yang tidak perlu harus dilakukan," ujar Roem.


Ketum ormas pendiri Partai Golkar itu menyarankan lebih baik menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang lebih berhak, jika ada kasus hox yang bisa berujung pidana.

"Saya kira lebih baik serahkan ke pihak yang berwajib," kata Roem.

Menurut Roem, alangkah lebih baiknya jika menyelesaikan persoalan justru bukan malah menambah persolan selanjutnya. Dia menegaskan bahwa budaya gotong-royong harus tetap dijaga dalam menghadapi persoalan kebangsaan.

"Kita kembali ke Pancasila saja. Jangan kita seperti negara yang sudah bebas. Baik dari masyarakat, dari para politikus harus mengedepankan musyawarah gotong royong," tegasnya.

Lebih lanjut, Roem mengimbau semua pihak untuk menahan diri agar keharmonisan suatu bangsa tetap terjaga.

"Saya kira penting keharmonisan bangsa kita harus terjaga dengan baik," tandas anggota DPR RI itu. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya