Berita

Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho/RMOL

Nusantara

Tanggapan BNPB Soal Wacana Kementerian Kebencanaan Prabowo

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 02:31 WIB | LAPORAN:

Mendirikan lembaga setingkat kementerian harus melalui berbagai proses, termasuk dengan mengubah undang-undang.

Hal tersebut disampaikan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menanggapi rencana calon presiden Prabowo Subianto yang akan mendirikan kementerian terkait kebencanaan.

"Yang pertama, kalau mau bikin kementerian ubah dulu undang-undang karena undang-undang mengatur kalau kementerian dan lembaga. Jumlah berapanya dan sebagainya itu harus dilakukan amandemen," jelasnya di Kantor BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta, Rabu (2/12).


Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan BNPB memiliki peran yang berbeda-beda. Di mana halnya BMKG yang menyampaikan peringatan dini dengan memonitor gempa bumi, tsunami maupun cuaca ekstrim.

"Dan dia berada di bawah koordinasi perhubungan. Karena lebih banyak suplai ke Kementerian Perhubungan," kata Sutopo

Sama halnya dengan Basarnas, di mana berperan dalam proses evakuasi, pencarian, penyelamatan, terutama kecelakaan udara, laut dan bencana.

"Makanya Basarnas itu hanya bekerja ketika terjadinya bencana maksimum 10 hari. Hanya tujuh hari pencarian diperpanjang tiga hari. Sementara BNPB menangani dari sebelum bencana, saat bencana, pasca bencana. Jadi BNPB sudah setingkat menteri, ya sebenarnya sudah ada catatan pekerjaan dan koordinasinya ada kan. Semua dari BMKG yang terakhir kebencanaan dilaporkan ke BNPB," demikian Sutopo. [wah]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya