Berita

Bom palsu/Net

Nusantara

Bom Palsu Di Cilacap Berisi Paku Dan Pasir

RABU, 02 JANUARI 2019 | 18:32 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Benda mencurigakan yang ditemukan di depan Rumah Sakit Fatimah Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (1/1) dipastikan bom palsu.

Kepastian itu didapat setelah tim penjinak bom dari Gegana bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah membedah isi bom tersebut.

“Sudah ditangani. Ini fake bom adalah bom yang palsu lah atau bom hoax,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/1).


Benda tersebut sekilas mirip bom pipa. Namun, setelah dibuka dan dibedah, hanya berisi paku dan pasir hitam. Tidak ada sama sekali unsur bahan peledak di dalamnya.

Selain itu, sambung Dedi, rangkaian kabel-kabel tidak tersambung dengan pengatur waktu atau biasa disebut kabel detonator. 

“Biasanya bom asli itu ada mesiu. Bisa dari blackpowder atau lainnya. Tapi ini isinya tanah yang menyerupai blackpowder dan tumbukan genteng,” urai Dedi.

Temuan ini, tegas Dedi dilakukan oleh sesorang yang iseng yang bertujuan untuk membuat takut masyarakat di malam perayaan pergantian tahun 2018 ke 2019. Kendati demikian, saat ini polisi belum mengidentifikasi siapa pelaku iseng tersebut.

“Sementara masih didalami oleh tim Polres Cilacap. Barang bukti sudah diamankan oleh tim Gegana Polda Jateng,” demikian Dedi. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya