Berita

Dunia

UNESCO Ditinggal Amerika dan Israel, Atau Dunia Meninggalkan Keduanya?

RABU, 02 JANUARI 2019 | 18:11 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

AMERIKA Serikat dan Israel secara resmi meninggalkan UNESCO memasuki awal tahun 2019. Meskipun sejak Oktober 2017, Donal Trump diikuti oleh Benjamin Netanyahu telah memberikan isyarat untuk meninggalkan lembaga yang dibangun pasca Perang Dunia ke-2 ini.

Lembaga ini sejatinya berujung untuk mendukung perdamaian, dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka saling menghormati berdasarkan prinsip keadilan, hukum, HAM, dan kebebasan haliki sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Konstitusi UNESCO.

Akan tetapi Amerika dan Israel menuduh lembaga ini semakin tidak netral, karena mengakomodasi sejumlah tuntutan Palestina terkait dengan berbagai warisan situs sejarah di tanah Palestina. Israel diikuti Amerika kemudian menuduh lembaga ini dengan tuduhan klise sebagai anti Smith.


Kalau kita mencermati secara seksama berbagai kebijakan UNESCO (The United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai lembaga internasional di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang berdiri 4 November tahun 1945, yang berhubungan dengan bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, awalnya condong pada kepentingan Israel.

Akan tetapi, sejalan dengan bertambahnya usia, lembaga ini semakin netral dan independen. Karena itu, semakin rasional, proporsional, dan berimbang, dalam mengambil berbagai keputusan khususnya terkait isu Palestina-Israel. Situasi ini dapat dilihat sebagai indikator berkurangnya dukungan dunia internasional terhadap Israel, atau meningkatnya dukungan masyarakat internasional terhadap Palestina. Atau bisa juga dilihat sebagai isyarat menyusutnya pengaruh Amerika di tingkat global.

Puncak kemarahan Amerika dan Israel terjadi saat UNESCO yang berkedudukan di Paris ini, menerima negara Palestina sebagai anggota penuh pada tahun 2011. Sejak saat itu, Amerika maupun Israel terus menunggak kewajibannya untuk membayar yuran keanggotaan.

Terpilihnya Audrey Azoulay sebagai Direktor General UNESCO pada tahun 2017, yang tampaknya dimaksudkan untuk mengurungkan niat Amerika dan Israel untuk meninggalkan lembaga internasional yang beranggotakan 191 negara ini, ternyata gagal.

Sebagaimana diketahui Azoulay adalah seorang politisi perempuan Perancis beragama Yahudi dan memiliki leluhur asal Maroko. Karena itu, ia memiliki hubungan emosional (historis dan relijius) dengan masyarakat Yahudi maupun Arab. Tampaknya, kekecewaan Amerika maupun Israel terlalu dalam dengan lembaga PBB ini, sehingga kehadiran Azoulay tidak mampu melunakkannya.

Ke depan kita akan saksikan, apakah lembaga-lembaga internasional termasuk PBB akan lebih baik tanpa Amerika dan Israel? [***]

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya