Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Mewujudkan Kesepakatan Dengan Rakyat

RABU, 02 JANUARI 2019 | 07:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

FOKUS pada upaya mengakhiri kemiskinan demi mencapai kesetaraan sosial melalui pembangunan infra struktur, Ir. H. Joko Widodo  pada hari Sabtu 15 September 2012, di Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara bersama rakyat  yang tergabung di Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) jakarta, Serikat Becak Jakarta (Sebaja), Komunitas Juang Perempuan (KJP), dan Urban Poor Consortium (UPC) menjalin kesepakatan dengan rakyat yang tertuang ke dalam sebuah Kontrak Politik .

Kesepakatan Dengan Rakyat

Di dalam Kontrak Politik yang ditandatangani Ir.H. Joko Widodo berjudul” Jakarta Baru” dengan sub judul  Pro-Rakyat Miskin, Berbasis Pelayanan dan Partisipasi Warga tertera secara hitam di atas putih : 1. Warga dilibatkan dalam Penyusunan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), Penyusunan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), Perencanaan dan pengawasan program pembangunan kota 2. Pemenuhan dan perlindungan hak – hak warga kota , meliputi : a) kampung illegal yang sudah ditempati warga selama 20 tahun dan tanahnya tidak dalam sengketa maka akan diakui haknya dalam bentuk sertifikat hak milik. b) Pemukiman Kumuh tidak digusur tapi ditata.


Pemukiman kumuh yang berada di atas tanah milik swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dilakukan negosiasi dengan pemilik lahan. Gubernur akan menjadi mediator supaya warga tidak kehilangan haknya, pembangunan Jakarta akan dimulai dari kampung – kampung miskin, c) Perlindungan dan penataan ekonomi informal: PKL, becak, nelayan tradisional, pekerja rumah tangga, asongan, pedagang kecil, dan pasar tradisional. 3. Keterbukaan dan penyebarluasan informasi kepada warga kota.
 
Pembangunan Berkelanjutan

Kontrak Politik “Jakarta Baru” yang ditandatangani oleh Ir. H. Joko Widodo pada tanggal 15 September 2012 pada hakikatnya  selaras dengan sukma  agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah dideklarasikan Persatuan Bangsa Bangsa sebagai  pedoman pembangunan abad XXI yang berprinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kepentingan generasi masa depan”.

Agenda Pembangunan Berkelanjutan wajib diperhatikan, dipedulikan dan diejawantahkan seluruh negara anggota Persatuan Bangsa Bangsa, termasuk Indonesia, demi bersama mencegah jangan sampai  rakyat jatuh menjadi korban gelora semangat pembangunan di planet bumi ini.
 
Menepati Kesepakatan

Ketika menjadi Gubernur Jakarta, Ir. H. Joko Widodo terbukti konsisten dan konsekuen berupaya mewujudkan kesepakatan dengan rakyat  yang tersurat di dalam Kontrak Politik “Jakarta Baru”.

Kemudian merupakan Kehendak Yang Maha Kuasa bahwa Ir. H. Joko Widodo  terpilih oleh rakyat untuk mengemban tugas sebagai presiden republik Indonesia maka berdasar struktur manajerial otonomi daerah, serta merta tata laksana pembangunan di setiap daerah Indonesia menjadi wewenang sekaligus tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing. 
Berarti merupakan suatu keniscayaan bahwa para kepala daerah yang juga dipilih oleh rakyat untuk menjadi pelaksana pembangunan yang dipimpin oleh presiden bertanggung jawab penuh untuk mewujudkan kesepakatan yang telah dijalin oleh presiden dengan rakyat. Segenap kepala daerah berkewajiban sekaligus bertanggung jawab penuh untuk mewujudkan semangat kerakyatan yang terkandung di dalam Kontrak Politik  Jakarta Baru Pro-Rakyat Miskin, Berbasis Pelayanan dan Partisipasi Warga menjadi kenyataan di mana rakyat dilibatkan dalam penyusunan rencana Tata Ruang Wilayah, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, perencanaan dan pengawasan program pembangunan kota yang menjanjikan pemukiman kumuh bukan digusur tetapi ditata sesuai dan selaras makna adiluhur yang terkandung di dalam sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial untuk bukan sebagian namun seluruh rakyat Indonesia.

MERDEKA ! [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya