Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kilas Balik Tahun Ojo Dumeh

SENIN, 31 DESEMBER 2018 | 08:12 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TAK terasa kita sudah kembali berada pada suatu saat dalam dimensi waktu yang dianggap sebagai penghujung akhir tahun. Apabila saya pribadi melakukan kilas balik terhadap apa yang telah saya alami pada tahun 2018 maka saya menyimpulkan bahwa pada hakikatnya tahun 2018 adalah TAHUN OJO DUMEH .  
                
100 Tahun Jamu Jago
                        
Tahun 2018 merupakan tahun ke 100 bagi perusahaan Jamu Jago yang semula ditulis sebagai DJAMOE DJAGO yang didirikan oleh kakek saya, T.K Suprana pada tahun 1918 di desa Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia yang pada masa itu masih disebut sebagai Nederlandse Indie alias Oost Indie atawa Hindia Belanda oleh kerajaan Belanda.


Falsafah perusahaan yang diwariskan oleh kakek saya adalah OJO DUMEH yang semula ditulis sebagai HODJO DOEMEH yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bermakna JANGAN TERKEBUR . Maka dalam merayakan 100 tahun Jamu Jago segenap anggota keluarga besar Jamu Jago berusaha bersikap tidak terkebur dengan bukan membusungkan dada  demi pongah menyombongkan diri namun dengan penuh kerendahan hati mengucap syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa yang berkenan bermurah hati memperkenankan perusahaan Jamu Jago dapat merayakan usia satu abad pada tahun 2018.
                                       
Serangan Jantung
                                   
Pada tahun 2018 saya mengalami serangan jantung pertama . Hanya berkat teknologi kedokteran mutakhir nyawa saya dapat diselamatkan dengan pemasangan dua cincin pada saluran darah saya di kawasan organ jantung yang tersumbat.

Serangan jantung pertama tersebut merupakan peringatan Yang Maha Kuasa kepada saya untuk senantiasa eling  bersikap OJO DUMEH sebab hidup saya sebagai manusia yang penuh kekurangan, keterbatasan, ketidak-sempurnaan pada kenyataan sepenuhnya tergantung kepada Kehendak Yang Maha Kuasa.

Bencana Alam
                                    
Pada tahun 2018 saya berduka atas rentetan bencana alam yang terjadi di Lombok, Palu dan Selat Sunda. Malapetaka nestapa bencana alam pada hakikatnya merupakan peringatan Yang Maha Kuasa bagi segenap umat manusia agar senantiasa ingat untuk berupaya bersikap OJO DUMEH sebab pada hakikatnya manusia sama sekali tidak berdaya ketika menghadapi kedigdayaan daya alam.

Melalui bencana alam , Yang Maha Kuasa menyadarkan umat manusia untuk OJO DUMEH agar menghentikan segenap angkara murka kebencian, kekerasan, penindasan, apalagi pembinasaan manusia terhadap sesama manusia.

Dengan berbekal kesadaran OJO DUMEH , diharapkan umat manusia senantiasa ingat untuk lebih berupaya mempersembahkan pengertian, penghormatan dan kasih sayang kepada sesama manusia. Selamat Tahun Baru 2019 ! [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya