Berita

Aksi warga Palestina/Net

Politik

Mengukir Sejarah Palestina Melalui PBB, Mungkinkah?

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 08:10 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

MEMASUKI tahun baru 2019, Indonesia akan mendapatkan panggung besar di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Sebagai anggota non-permanen Dewan Keamanan PBB, Indonesia dan Afrika Selatan yang selama ini dikenal sangat konsisten mendukung Palestina diharapkan banyak negara Non Blok bisa memainkan perannya secara maksimal.

Di tengah lumpuhnya negara-negara Arab baik karena kondisi politik dalam negeri masing-masing, maupun karena persaingan yang tidak kunjung reda di antara negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah, telah mengakibatkan terabaikannya atau terlupakannya masalah Palestina.

Padahal, 22 Januari mendatang Dewan Keamanan PBB telah menjadwalkan akan menggelar rapat bulanan untuk membahas konflik Israel-Palestina. Mentri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki yang berencana mengajukan keanggotaan penuh negaranya sudah mendapatkan teror dari Duta Besar Israel di PBB, Danny Danon yang dengan penuh percaya diri akan menggunakan tangan Amerika Serikat untuk mem-veto keinginan Palestina tersebut.


Sebagaimana diketahui, Amerika merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto. Selama ini memang Amerika selalu menggunakan hak vetonya untuk melindungi Israel. Apalagi saat Gedung Putih dipimpin Presiden Donald Trump yang dikenal sangat pro Israel, maka wajar jika Danon sesumbar.

Akan tetapi, Danon lupa bahwa anggota Dewan keamanan yang lain kini berada di sisi Palestina. Perancis dan Inggris yang dahulu selalu berada di sisi Amerika, kini mulai bergeser menjauhinya. Dalam masalah Palestina, baik Perancis maupun Inggris, kini lebih sering bersama anggota Dewan Keamanan lainnya, yakni Rusia dan China yang secara konsisten berada di sisi Palestina. Dengan demikian sebenarnya peta objektif di Dewan Keamanan adalah 1 melawan 4.

Dalam kondisi seperti inilah Indonesia dan Afrika Selatan duduk sebagai anggota non-permanen Dewan Keamanan PBB. Walaupun secara politik Israel tampak di permukaan semakin kuat dengan dukungan yang diberikan Washington DC, dan secara militer semakin perkasa karena porak-porandanya negara-negara Arab, akan tetapi secara moral sebenarnya Israel semakin lemah.

Perang fisik antara Israel-Palestina yang diikuti oleh perlawanan sipil rakyat Palestina terhadap penguasa Israel yang semakin brutal, telah membuahkan simpati masyarakat internasional. Kini bukan saja media utama yang selalu memberitakan kekejaman tentara Israel terhadap perempuan, remaja, dan anak-anak Palestina, akan tetapi berbagai media sosial selalu memviralkan gambar dan video berbagai peristiwa menyayat hati yang dialami bangsa Palestina.

Karena itu, penting sekali bagi diplomat Indonesia yang kini bertugas di PBB untuk tetap tegar dan konsisten dengan sikap politik yang diambil Indonesia selama ini dalam masalah Palestina. Mungkin saja Amerika akan menggunakan hak vetonya, akan tetapi perlu disadari bahwa simpati masyarakat internasional terhadap Amerika khususnya di bawah Presiden Trump sudah berada pada titik terendah. Bagi mereka yang mencermati perkembangan politik global, peran Amerika di dunia internasional juga semakin surut baik secara ekonomi, politik, maupun militer.

Karena itu, saya melihat kemerdekaan Palestina sudah semakin dekat. Dan kini saatnya Indonesia memaksimalkan perannya sebagai pembela kemanusiaan dan kemerdekaan yang sejati. [***]

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya