Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto/RMOL
Pidato Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Sunanto membuat suasana pelantikan pengurus baru dinamis.
Cak Nanto, sapaan akrabnya, mampu membuat para tamu yang hadir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat malam (28/12) terharu hingga tertawa terbahak-bahak.
Suasana haru terjadi saat Cak Nanto merasa bersyukur telah dibesarkan Muhammadiyah. Muhammadiyah, telah memberikan harapan besar sehingga dia tidak terlantar di kampung halamannya Madura.
"Muhammadiyah yang mengantarkan saya sampai di sini," isaknya yang tak kuasa menahan air mata.
Suasana pun menjadi hening. Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman yang duduk di kursi paling depan bahkan mengambil sehelai tisu untuk membasuh air mata Cak Nanto.
"Kalau nggak ada Muhammadiyah saya nggak ada di sini. Saya mungkin sudah menjadi nelayan dan petani di kampung. Untuk itu saya akan memberikan yang terbaik," jelas nya.
Namun demikian, suasana berubah seketika saat Cak Nanto menceritakan tentang instruksi PP Muhammadiyah yang mulai diabaikan oleh para kader persyarikatan.
Salah satunya, dia mencontohkan, Aksi 212 di tahun 2016. Kala itu, PP Muhammadiyah meminta agar kader tidak ikut turun aksi. Tapi tidak sedikit yang mengabaikan instruksi tersebut.
"212 sudah tidak boleh ikut tapi masih ikut. Sebenarnya mau ikut siapa (kader) Muhammadiyah ini. Katanya kalau sudah pemimpin itu khalifah harus diikuti tapi malah mengikuti orang lain. Dan itu yang nanti akan kami beresi," ujarnya diikuti riuh tawa hadirin.
Tidak sampai di situ. Cak Nanto juga sempat menyinggung mantan ketua umum Muhammadiyah yang akan menjewer Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir karena membebaskan kader memilih calon presiden.
Sambil berkelakar, dia mengaku siap mengerahkan kader untuk dijewer lebih dulu sebelum Haedar Nashir.
"Tetap di garis ayahanda, kalau ada yang mau jewer, jewer dulu pemuda. Kalau pemuda kan masih kuat tapi kalau ayahanda (Haedar) repot," candanya.
"Mohon maaf Bang Zul jangan dimasukkan dalam hati," sambungnya kepada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang masih memiliki hubungan besan dengan pihak dimaksud.
"Nanti kalau dimasukkan ke hati kan repot, nggak ada donatur lagi," kelakar Cak Nanto disambut gelegar tawa hadirin.
[wah]