Berita

Foto/Net

Nusantara

Airnav Alihkan Tujuh Jalur Penerbangan

Gunung Anak Krakatau Siaga
JUMAT, 28 DESEMBER 2018 | 10:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav) terus memantau perkembangan erupsi anak Gunung Krakatau. Hasilnya, ada tujuh jalur penerbangan yang kena dampak.

 Kemarin, Airnav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (Notam) nomor A5446/18 yang memberikan informasi menge­nai sejumlah jalur penerbangan yang terdampak terkait aktivitas Gunung Krakatau pada Kamis siang (27/12). Dalam Notam tersebut ada 7 jalur penerbangan yang terdampak.

"Pengalihan jalur penerban­gan dilakukan di wilayah yang terdampak sebaran debu vul­kanik Gunung Krakatau. Set­elah melalui wilayah tersebut, pesawat akan kembali ke jalur penerbangan normal. Dan hal ini, tidak mengakibatkan pem­batalan jadwal penerbangan," ujar Corporate Secretary AirNav Indonesia Didiet KS Radityo di Jakarta, kemarin.


Sementara Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Raden Intan II Lampung masih aman. Menu­rutnya, kedua bandara tersebut tidak terkena dampak debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau karena berjarak 28 Nautical Mile (NM) dengan batas luar area semburan debu.

Hasil koordinasi dengan Ba­dan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Ben­cana Geologi (PVMBG), dan pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC), semburan debu vulkanik dari Gunung Krakatau bergerak ke Barat Daya dengan Kecepatan 45 knots, dan bergerak ke arah Timur Laut dengan kecepatan 15 knots, sehingga masih berjarak aman dari dua bandara terdekat.

"Sehingga pelayanan navigasi dan pergerakan pesawat masih berjalan normal di dua bandara tersebut. Namun tetap, saat ini personel kami terus bersiaga ter­hadap aktivitas Gunung Krakatau ini dan akan terus melaporkan perkembangan kondisi terkini, melalui Notam yang akan terus diperbaharui," jelasnya.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ke­menhub) Polana B. Pramesti meminta, jajarannya dan otoritas bandara secara intensif meman­tau operasional penerbangan yang bisa terdampak erupsi Gu­nung Anak Krakatau. Apalagi, status Gunung Anak Krakatau ini menjadi siaga.

"Bertepatan dengan liburan Natal dan menyambut Tahun Baru 2019 serta libur anak sekolah, moda transportasi udara banyak diminati masyarakat untuk pergi mengisi liburan. Untuk itu saya telah meminta Otoritas Bandara, Unit Penyelenggara Bandar Udara dan semua stakeholder penerban­gan untuk terus melakukan koor­dinasi dan siap siaga jika terjadi hal-hal yang mengganggu aktivi­tas penerbangan," tegasnya.

Menurutnya, sampai saat ini belum mendapatkan Notam khusus penutupan bandara dari AirNav Indonesia selaku pe­nyelenggara lalu lintas udara. Hanya saja, Airnav sudah men­geluarkan NOTAM A5440/18 perihal Penutupan dan Reroute terdampak Krakatau.

"Sejauh ini abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak memberikan dampak kepada pe­nutupan bandara, untuk bandara terdekat seperti Bandara Soeka­rno Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung, bandara masih beroperasi normal," terangnya.

Terkait koordinasi dan komu­nikasi penanganan abu vulkanik, kata dia, Direktorat Navigasi Penerbangan telah membangun sistem informasi sehingga para stakeholder yakni I-WISH (Inte­grated Webbased Aeronautical Information System Handling). Dalam sistem ini, stakeholder terkait menyampaikan informasi yang dikuasai terkait tugas dan fungsi serta kewenangannya dalam hal penanganan abu vul­kanik atau yang lebih dikenal dengan CDM (Collaborative Decision Making).

"Saya minta untuk memonitor selalu informasi yang disampai­kan baik dari PVMBG, BMKG maupun dari source lainnya dan Airnav agar mendistribusi­kan informasi tersebut melalui Notam kepada airlines dan ban­dara," pintanya.

Sejalan dengan itu, Kepala Bandara Radin Inten II Lampung Asep Kosasih melaporkan, sejak terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, fasilitas bandara baik sisi darat ataupun udara tidak ter­dampak dan tetap beroperasi nor­mal. "Alhamdulillah, pasca erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Radin Inten II beroperasi secara normal dan tidak terdampak. Na­mun, kami akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi secara intens dengan BMKG, Air­nav dan Direktorat Navigasi Pen­erbangan," tandasnya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya