Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kemusnahan Semangat Kemanusiaan

KAMIS, 27 DESEMBER 2018 | 06:48 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA masa perayaan Natal 2018, beberapa dokter umum bahkan juga dokter spesialis mengucapkan selamat Natal kepada mahaguru kemanusiaan saya, Sandyawan Sumardi. Ketika saya bertanya tentang siapa mereka itu, maka Romo Sandi (saya menggunakan sebutan Romo sebagai ungkapan penghormatan), menjelaskan bahwa mereka adalah para dokter dan dokter spesialis yang pernah praktek sebagai relawan kemanusiaan di Klinik Kesehatan Rakyat Bukit Duri di lantai atas Sanggar Ciliwung Merdeka yang tergusur atas nama pembangunan pada tanggal 28 September 2016.

Swadaya Masyarakat

Penjelasan Romo Sandi membuat saya terkejut sebab semula saya tidak sadar bahwa di lantai atas Sanggar Ciliwung Merdeka sebagai pusat  kegiatan kesenian rakyat di Bukit Duri ternyata terdapat pula sebuah klinik swadaya masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada rakyat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.


Para dokter umum dan dokter spesialis yang masih memiliki nurani kemanusiaan ikhlas menyumbangsihkan jasa pelayanan kesehatan secara gratis bagi wong cilik. Maka setelah terkejut mereda, 

prihatin menyelinap ke lubuk sanubari saya. Ternyata pada saat penggusuran secara sempurna melanggar hukum (sebab tanah dan bangunan yang digusur masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara) yang dimusnahkan bukan hanya bangunan saja namun juga semangat kemanusiaan yang terkandung pada Klinik Kemanusiaan Bukit Duri .
Tragedi Paripurna

Berarti yang terjadi pada tanggal 28 September 2016 di Bukit Duri adalah tragedi paripurna karena bukan hanya terdiri dari tragedi penggusuran namun juga tragedi hukum merangkap tragedi hak asasi manusia masih ditambah tragedi kesenian yang memusnahkan sebuah lembaga kesenian swadaya masyarakat   sekaligus tragedi kemanusiaan yang memusnahkan semangat kemanusiaan yang terkandung pada Klinik Kesehatan Rakyat Bukit Duri yang memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada wong cilik.
Insya Allah, tragedi paripurna seperti terjadi pada tanggal 28 September 2016 di Bukit Duri tidak akan pernah terulang kembali terjadi di mana pun juga di persada Nusantara akibat secara sempurna dan paripurna merupakan pelanggaran hukum, HAM, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia. MERDEKA !
Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

BNI dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Dana Riset

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:10

KPK Agendakan Ulang Periksa Budi Karya Pekan Depan

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:05

BGN Tegaskan Jatah MBG Rp8–10 Ribu per Porsi, Bukan Rp15 Ribu

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:52

PDIP Singgung Keadilan Anggaran antara Pendidikan dengan MBG

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Usulan THR Bebas Pajak

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:25

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Nadiem dan Harga Chromebook Dinilai Wajar

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:20

Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:18

Legislator PDIP Minta Tukang Ojek Pandeglang Dibebaskan dari Tuntutan Hukum

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:11

Meksiko Jamin Piala Dunia 2026 Aman usai Bentrokan Kartel

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00

5 Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:54

Selengkapnya