Berita

Swafoto di lokasi bencana/The Guardian

Nusantara

TSUNAMI SELAT SUNDA

Menyoroti Para Pemburu Swafoto Pasca Tsunami Selat Sunda

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 13:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kegemaran banyak orang Indonesia untuk melakukan selfie atau swafoto di manapun berada, menjadi sorotan tersendiri di media internasional.

The Guardian (Rabu, 26/12) mengangkat "ulah" sejumlah orang yang tampak asik mengambil foto bersama dan swafoto di lokasi bencana tsunami yang menerjang pantai di Banten.

Tampak empat orang wanita yang mengenakan jilbab dengan warna berbeda besiap dengan ponsel mereka. Satu di antara mereka menunjukkan tanda perdamaian dengan mengacungkan dua jari. Mereka menunjukkan ekspresi terbaik mereka, dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


Hal tersebut sebenarnya merupakan pemandangan biasa yang umum dilakukan banyak orang ketika hendak berswafoto. Namun yang berbeda adalah, mereka berswafoto dengan latar belakang sebuah lahan yang masih tergenang banjir di mana bangunan rata dengan tanah dan mobil serta peralatan pertanian hancur berantakan pasca diterjang tsunami Selat Sunda akhir pekan kemarin.

Data terbaru menunjukkan bahwa tsunami yang datang secara tiba-tiba itu telah menyebabkan 429 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya masih belum ditemukan.

Sejak bencana melanda dan menghancurkan sebagian pesisir pantai Banten, banyak pihak berdatangan, mulai dari pejabat, petugas penyelamat, petugas bantuan, media, hingga para pencari swafoto.

Mereka yang termasuk kategori terakhir adalah orang-orang yang sengaja datang ke lokasi bencana untuk mengabadikan momen dengan mengambil foto dan swafoto dan, pada umumnya, membagikannya ke sosial media.

Salah seorang wanita yang mengambil swafoto di lokasi itu, Solihat, mengaku bahwa dia telah menempuh perjalanan dua jam ke lokasi dari Cilegon. Dia dan teman-temannya datang untuk memberikan bantuan berupa sumbangan pakaian untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat tsunami.

"Foto itu ada di Facebook sebagai bukti bahwa kita benar-benar di sini dan memberikan bantuan," katanya.

Wanita berusia 40 tahun itu mengatakan bahwa foto-foto dia ambil untuk menunjukkan betapa hancurnya lokasi pasca diterjang tsunami

"Gambar kehancuran akan mendapatkan lebih banyak suka (like). Mungkin itu karena itu mengingatkan orang untuk bersyukur," tambahnya,

Ketika ditanya The Guardian soal apakah pantas mengambil swafoto di lokasi bencana di mana kemungkinan banyak jasad masih belum ditemukan, dia menjawab bahwa semua itu tergantung pada niat.

"Itu tergantung pada niat Anda. Jika Anda mengambil swafoto untuk pamer, maka jangan lakukan itu. Tetapi jika Anda melakukannya untuk berbagi kesedihan dengan orang lain, tidak apa-apa," tambahnya. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya