Berita

Pembacaan Petisi Cikini/RMOL

Politik

Petisi Cikini Tuntut Jokowi Batalkan Proyek Kereta Api Cepat

SENIN, 24 DESEMBER 2018 | 19:38 WIB | LAPORAN:

Ratusan aktivis mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pembangunan infrastruktur kereta api cepat Indonesia-China atau kereta cepat Jakarta-Bandung.

Desakan itu dirangkum dalam petisi yang ditandatangani di Cikini, Jakarta, Senin (24/12).

Petisi dibacakan aktivis senior yang juga Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan. Dia mengatakan, salah satu alasan pembatalan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah kekhawatiran akan strategi China untuk menguasai Indonesia.


"Kereta cepat Indonesia-China adalah upaya RRC dan mafia China untuk menguasai Indonesia melalui strategi one belt one road," kata Syahganda membacakan isi petisi.

Menurutnya, dalam visi pertahanan dan keamanan, Bandara Halim Perdanakusumah diduga akan menjadi pintu masuk RRC menguasai basis pertahanan udara Indonesia.

Proyek tersebut juga tidak sesuai dengan visi pembangunan Indonesia yang mendorong pembangunan yang tidak bias Pulau Jawa yakni pembangunan yang memikirkan luar Jawa secara seimbang.

Selain juga tidak ada transfer teknologi dalam kereta cepat Jakarta-Bandung, serta merusak keseimbangan alam di Jawa Barat.

"Kereta cepat Indonesia-China akan menambah beban utang luar negeri Indonesia kepada RRC, meski atas nama BUMN," ujar Syahganda.

Untuk itu, para aktivis  menyatakan penolakan dan mendesak pemerintah membatalkan proyek kereta cepat. Kemudian meminta Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit investigasi.

Selain Syahganda, beberapa aktivis yang turut menandatangani petisi antara lain Ichsanuddin Noorsy, Salamuddin Daeng, Amir Hamzah, dan Sri Bintang Pamungkas. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya