Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Setelah Mundur Dari Suriah, Berikutnya?

SENIN, 24 DESEMBER 2018 | 10:36 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

KEPUTUSAN Presiden Amerika Donald Trump menarik mendadak pasukannya dari Suriah, ternyata berbuntut panjang.

Sekutu-sekutunya baik di Timur Tengah seperti Israel, kelompok perawatan Kurdi, tentu Saudi Arabia walau tidak nampak bereaksi di permukaan, maupun sekutu-sekutunya di Eropa yang terlibat dalam perang di kawasan ini.

Di dalam negeri, Menteri Pertahanan James Mattis meletakkan jabatan sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan yang diambil sang Presiden. Langkah yang diambil Mattis diikuti oleh diplomat senior Brett McGurk yang banyak berurusan dengan masalah Timur Tengah.


Namun seperti biasanya, Trump jalan terus, mengingat Mattis dan McGurk adalah pejabat Amerika yang kesekian dalam deretan panjang pejabat Amerika yang berhenti atau diberhentikan sejak Trump menghuni Gedung Putih.

Bagi yang mencermati langkah-langkah politik yang diambil Amerika di bawah Presiden Donal Trump, meskipun di permukaan nampak sering menimbulkan kejutan, akan tetapi Trump konsisten dengan kebijakannya seperti yang didengungkan dalam janji kampanyenya: America First.

Ia memandang bahwa terlalu banyak energi, uang, bahkan nyawa tentara Amerika yang dibuang percuma untuk mengurusi banyak hal di berbagai belahan dunia yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kepentingan bangsa maupun negara Amerika. Itu sebabnya di bawah Trump, Amerika telah keluar dari berbagai forum multilateral seperi UNESCO, Kesepakatan Nuklir dengan Iran, Kemitraan Trans Pacific (TPP), dan kesepakatan iklim Paris.

Setelah mundur dari Suriah, Trump juga sudah memberikan isyarat akan mundur dari Afghanistan. Karena itu bangsa Afghanistan harus bersiap-siap menyelesaikan masalahnya sendiri. Keputusan ini tentu akan disambut gembira Taliban.

Pertanyaannya, apakah dengan surutnya Amerika baik secara politik, militer, maupun ekonomi dari panggung global akan membuat dunia lebih baik? Tentu tidak mudah menjawabnya, mengingat perjalanan sejarah kehadiran Amerika di suatu negara atau kawasan terkadang membawa berkah, akan tetapi seringkali membawa bencana.

Yang pasti, berbagai kebijakan Trump telah terbukti membuat ekonomi Amerika semakin baik dan musuh Amerika semakin berkurang.

Surutnya Amerika dari panggung global, secara berangsur tapi pasti, diisi oleh China yang semakin digjaya, baik secara ekonomi, politik, maupun militer. Untuk itu, masyarakat global perlu bersiap-siap menyongsong dunia baru yang amat berbeda.

Apakah akan lebih baik atau lebih buruk, tampaknya nasib sebuah bangsa atau negara tidak sama tergantung bagaimana masing-masing menyikapi perubahan yang terjadi. [***]


Pengamat Politik Islam dan Demokrasi

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya