Berita

Suasana Pemukiman di Pantai Pandeglang, Banten/RMOL

Nusantara

TSUNAMI SELAT SUNDA

Warga Banten dan Lampung Panik, Air Laut Naik Ke Pemukiman

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 23:36 WIB

. Naiknya air laut membuat panik warga sepanjang pantai Banten dan Lampung. Mulai dari kawasan Pantai Carita, Anyer, Merak (Banten) dan Kalianda, Panjang, Teluk Betung ( Lampung) warga berhamburan meninggalkan kediaman mereka. Air laut naik menggenangi rumah mereka yang tidak jauh dari pinggir pantai.

Peristiwa naik air laut melanda pemukiman warga dimulai sekitar Pukul 21.20 WIB. Perahu-perahu nelayan yang ditambat di sekitar Pelabuhan Anyer, Banten, talinya putus. Sementara perahu yang tambat di bagian belakang pelabuhan, terbawa arus laut keluar.

Prakirawan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika Ahmad Rivani mengatakan, air pasang di pantai Anyer hanya fenomena gelombang biasa.


“Anyer hanya fenomena gelombang pasang biasa. Bukan tsunami. Tidak ada catatan gempa. Namun baiknya jauhi pinggir pantai." Kata Ahmad dalam keteranganya, Sabtu (22/12) malam.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Mulyana, warga Anyer menceritakan, warga yang tinggal di sekitar kawasan Pantai Marbela, Bandulu, Anyer berhamburan menuju daerah yang lebih tinggi. Warung-warung yang ada di pinggir pantai Marbela hanyut diterpa gelombang.

“Kami terkejut, tiba-tiba laut pasang tidak seperti biasanya. Warga panik dan naik ke pegunungan. Surutnya pun sangat jauh dari pantai. Warga disepanjang garis pantai panik dan berlari ke tempat yang jauh lebih tinggi," ungkap Mulyana.

Hal serupa dituturkan Iman, warga di Pelabuhan Anyer, Banten menuturkan, kejadian naiknya air laut yang tidak biasa,. Terjadi sekitar pukul 21.20 WIB.

“Tali perahu nelayan di Pelabuhan Anyer putus. Perahu lepas ke laut. Warga juga sudah mengungsi ek daerah yang lebih tinggi,” ujar Iman.

Sementara warga di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, juga mengalami kepanikan. Mereka meninggalkan rumah.

“Air udah pasang ke jalan mas," ujar Mamat, warga setempat kepada Kantor Berita Politik RMOL saat dihubungi, Sabtu (22/12) malam.

Dari Lampung, warga disekitar Pantai Kalianda, Pelabuhan Panjang, dan pantai Teluk mengalami kepanikan serupa di Banten. Air laut naik naik cukup cepat dan masuk ke dalam rumah warga.

"Warga panik, rumah kami tiba-tiba diterpa gelombang laut. Belum pernah terjadi pasang air laut seperti malam ini," ujar Hairudin, warga Panjang, Bandarlampung kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (22/12) malam.

Kendati demikian, pantauan Kantor Berita Politik RMOL dari situs resmi BMKG.go.id dikatakan bahwa hal itu merupakan fenomena alamiah air laut pasang.

"BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang. Terlebih malam ini ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi. Tetap tenang," [yls]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya