Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Belum Ada Kesepakatan Antara Awak Mobil Pertamina Dengan Kementerian BUMN

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 19:54 WIB | LAPORAN:

Ratusan buruh awak mobil tangki Pertamina yang berdemonstrasi di depan Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, masih terus bertahan.

Istri dan anak para awak mobil tangki pun terlihat masih setia di bawah tenda yang didirikan persis di depan kantor Rini Soemarno itu.

Nampak, wajah-wajah lelah dari mereka terlihat seperti menanti sebuah harapan. Tak sedikit juga yang tertidur di trotoar depan Kantor Telkom GTO Gambir dan juga rerumputan antara Kementerian BUMN dan Monumen Nasional (Monas).


"Sama saja mas begini-begini saja, belum ada reaksi dari mereka (pihak BUMN)," keluh Aris, koordintor aksi di lokasi, Jumat (21/12).

Sementara itu, terlihat akses masuk ke dalam kementerian BUMN terlihat rapat seperti tertutup semua, hanya bisa di lewati satu atau dua orang.

Pihak kepolisian juga terus berjaga-jaga di tengah-tengah aksi buruh baik di dalam atau di luar kantor Kementerian BUMN.

Sebelumnya, mass melakukan aksi dengan mengubur diri. Awak mobil tangki Pertamina tersebut mengusung empat tuntutan. Pertama, meminta pembayaran upah lembur sesuai nota Sudinaker dan Kementerian Tenaga Kerja dan upah proses selama di-PHK. Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak.

Ketiga, meminta diangkat sebagai karyawan tetap di PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota Sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan.

Keempat, meminta dibayarkan hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundang-undangan yang berlaku. [lov]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya