Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Derita Uighur

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 07:44 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PBB menyerukan agar Republik Rakyat Tiongkok menutup "kamp pendidikan ulang" yang diduga melanggar hak asasi manusia masyarakat muslim Uighur.

PBB juga menyerukan kepada Beijing agar segera membebaskan mereka yang ditahan atas alasan “terorisme".

Derita masyarakat Uighur bukan masalah baru. Pada 23 September 2014 lembaga pengadilan Republik Rakyat Tiongkok di Urumqi, ibukota wilayah otonomi Xinjiang, Tiongkok sudah menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup terhadap Ilham Tohti.


Protes

“Kejahatan” Ilham Tohti yang merupakan seorang cendekiawan Uighur warga negara Tiongkok adalah melakukan protes terhadap perlakuan pemerintah Tiongkok terhadap masyarakat Uighur.   

Protes tanpa kekerasan yang dilakukan Ilham Tohti dianggap oleh pemerintah Tiongkok sebagai gerakan separatisme bahkan terorisme.

Dengan memenjara Ilham Tohti seumur hidup, pada hakikatnya pemerintah Republik Rakyat Tiongkok memberi isyarat keras kepada seluruh warganya atau siapa pun juga agar jangan main-main sembarangan melakukan kritik apalagi protes terhadap pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.

Keresahan

Ilham Tohti adalah dosen fakultas ekonomi Universitas Beijing yang selalu berada di gugus terdepan para pengeritik kebijakan pemerintah Tiongkok terhadap masyarakat Uighur di Xinjiang. Meski selalu dibantah oleh pemerintah Tiongkok, namun keresahan masyarakat Uighur telah berulang kali meledak menjadi berbagai kekerasan yang terjadi di Xinjiang sebagai Tanah Air Udara 10 juta warga Uighur.

Memuncak di Beijing pada Oktober 2013 tiga bulan sebelum Ilham Tohti dipenjara, ketika sebuah mobil meledak di dekat foto Mao di kawasan Tiananmen menewaskan enam orang termasuk tiga warga Uighur di dalam mobil tersebut.

Sebelumnya, menurut catatan pemerintah China kerusuhan Ürümqi Juli 2009 menelan korban 197 orang tewas dan 1.721 lainnya luka-luka.

Tanpa Kekerasan

Dalam mengungkap kritik, sebenarnya Ilham Tohti selalu menegaskan suatu gerakan tanpa kekerasan seperti yang dianjurkan Mahatma Gandhi, Nelson Mandella, Romo Mangunwijaya, Sandyawan Sumardi dan para pejuang hak asasi manusia lain-lainnya. Namun pemerintah Republik Rakyat Tiongkok tetap meyakini apa yang dilakukan Ilham Tohti membahayakan kepentingan negara, bangsa dan rakyat maka harus ditindak tegas dengan hukuman seumur hidup.  

Masyarakat internasional, termasuk Barack Obama pada masa masih presiden Amerika Serikat memprotes vonis penjara seumur hidup terhadap Ilham Tohti. Namun pemerintah Tiongkok lugas menyatakan bahwa keputusan majelis hakim pengadilan terhadap Ilham Tohti sampai ke “kamp pendidikan ulang” merupakan urusan dalam negeri Tiongkok sekaligus kedaulatan hukum Republik Rakyat Tiongkok yang tidak layak maka tidak boleh dicampur-tangani oleh negara lain mana pun juga di planet bumi ini. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya