Berita

Benny Rhamdani/RMOL

Politik

Hanura Ancam Laporkan Semua Komisioner KPU Ke Bareskrim Polri

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 | 13:53 WIB | LAPORAN:

. Partai Hanura berencana melaporkan semua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ke Bareskrim Mabes Polri.

Ketua DPP Partai Hanura, Benny Rhamdani menegaskan hal itu dilakukan karena para komisioner KPU tidak mengindahkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang diperkuat oleh putusan Mahkamah Agung (MA) yang sudah membolehkan Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta alias OSO untuk mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat.

"Kami akan melaporkan ke Bareskrim, dorong proses hukum. Kami sudah punya bukti," tegasnya kepada Kabag Keamanan KPU, Suyadi yang menerima mereka di Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/12).


Langkah itu mereka tempuh setelah 34 pengurus DPD dan pengurus DPP Hanura selaku perwakilan dari ribuan pendemo kader Hanura tidak berhasil menemui salah satu komisioner KPU.

"Kalau ngomong di media gagah perkasa kalau ketemu owner peserta pemilu tak mau. Dia hanya EO (event organizer). Banci kalau tidak mau menemui kami. Kami ultimatum, kalau dalam 15 menit tidak menemui kami, kami akan laporkan ke Bareskrim," tegasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum OSO, Yusril Ihza Mahendra menegaskan, semua putusan pengadilan baik dari Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung, maupun PTUN sesungguhnya tidak ada kontradiksi, yakni membolehkan OSO nyaleg DPD sekalipun dia masih menjabat sebagai ketum Hanura. Terlebih PKPU Nomor 26/2018 yang memuat syarat pencalonan anggota DPD pun sudah dibatalkan oleh MK.

Nah, karena komisioner KPU dianggap tidak menjalankan perintah pengadilan, Yusril pun membuka peluang untuk membawa kasus tersebut ke ranah etik melalui Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan ranah pidana.

"Sebenarnya bisa ada sanksi etik. Itu dibawa ke majelis DKPP. Tapi ada kemungkinan juga bisa dikenakan sanksi pidana karena mengabaikan keputusan pengadilan dan merugikan hak-hak," demikian Yusril.

Pantauan di lapangan, ribuan kader Hanura saat ini sudah meninggalkan jalanan depan kantor KPU pusat. Namun demikian, saat dikonfirmasi lebih lanjut soal apakah mereka jadi melaporkan komisioner KPU ke Bareskrim Polri melalui saluran telepon, Benny Rhamdani belum memberikan jawaban lebih lanjut. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya