Berita

Jair Bolsonaro/Reuters

Dunia

Presiden Baru Brazil Janjikan Tindakan Hukum Untuk Lawan Venezuela Dan Kuba

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 19:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden sayap kanan Brazil terpilih, Jair Bolsonaro mengatakan bahwa dia akan mengambil semua tindakan dalam aturan hukum dan demokrasi untuk melawan pemerintah Venezuela dan Kuba.

Bolsonaro, yang akan secara resmi mengambil alih kekuasaan 1 Januari 2019 mendatang adalah seorang anti-komunis yang sangat bersemangat yang memuji rezim militernya di negara itu tahun 1964-1985.

Namun dia tidak merinci lebih lanjut soal target ap yang dimaksud.
Dia sering menargetkan Venezuela dan Kuba untuk serangan verbal, sebuah tindakan yang berlawanan dengan pemerintah Brasil di bawah Partai Pekerja sayap kiri yang memerintah dari 2003 hingga 2016 yang memiliki hubungan hangat dengan rezim-rezim itu.

Dia sering menargetkan Venezuela dan Kuba untuk serangan verbal, sebuah tindakan yang berlawanan dengan pemerintah Brasil di bawah Partai Pekerja sayap kiri yang memerintah dari 2003 hingga 2016 yang memiliki hubungan hangat dengan rezim-rezim itu.

Amerika Serikat sendiri mengandalkan Bolsonaro untuk menjadi sekutu strategis.

Pada akhir November lalu, penasehat keamanan nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump, John Bolton bertemu Bolsonaro di rumahnya di Rio de Janeiro untuk membantu menjalin hubungan.

Dimuat Reuters, Bolton mengatakan pemilihan Bolsonaro adalah kesempatan bersejarah bagi Brasil dan Amerika Serikat untuk bekerja sama dalam masalah keamanan, ekonomi dan sektor lainnya.

Bolton memuji pemilu Bolsonaro sebagai tanda positif bahwa Brasil akan mendukung tekanan Amerika Serikat pada pemerintah sayap kiri Venezuela Nicolas Maduro, yang dia gambarkan sebagai bagian dari "troika tirani" di Amerika, bersama Kuba dan Nikaragua. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya