Berita

Perayaan Hari Nasional di Qatar/Al Jazeera

Dunia

Qatar Rayakan Hari Nasional Di Tengah Blokade

SELASA, 18 DESEMBER 2018 | 21:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Qatar merayakan Hari Nasional pada hari ini (Selasa, 18/12). Perayaan ini menandai tanggal yang sama di tahun 1878 di mana Sheikh Jassim bin Mohammed Al Thani menggantikan ayahnya sebagai emir dan memimpin negara itu menuju persatuan.

"Selama terbukti dengan perbuatan kami, Qatar akan tetap bebas," begitu slogan Hari Nasional Qatar tahun ini.

Perayaan berlangsung di berbagai kota dan kota di Qatar, yaitu Doha, Al Wakra, dan Al Shamal. Hari ini juga dirayakan sebagai hari libur di negara tersebut.


Acara utama dari perayaan Hari Nasional Qatar adalah Parade Corniche di Doha di hadapan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan sejumlah orang berpangkat tinggi dari badan pemerintah dan perwakilan misi asing.

Mayor Jenderal Salem Al Ahbabi mengatakan, parade militer yang digelar hari ini tiga kali lipat lebih merah dibandiongkan tahun lalu. Parade menampilkan pasukan darat dan laut, di samping sebuah pameran udara oleh angkatan udara negara itu.

Ini adalah tahun kedua Qatar merayakan Hari Nasional di tengah blokade yang telah diberlakukan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir.

Pada Juni 2017, kuartet itu memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha dan menerapkan blokade darat, laut, dan udara di negara Teluk. Langkah itu diambil karena empat negara tersebut menuduh Qatar mendukung terorisme dan gerakan politik oposisi, seperti Ikhwanul Muslimin.

Qatar telah berulang kali menolak tuduhan itu dan menilainya sebagai tuduhan sebagai tidak berdasar.

Menyoroti pendirian Qatar tentang kedaulatan di tengah perselisihan itu, Syekh Tamim berpidato di Forum Doha, akhir pekan kemarin dengan mengatakan bahwa posisi Qatar belum berubah tentang bagaimana memecahkan krisis Teluk.

"Ini dapat dicapai dengan mengangkat pengepungan dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan non-gangguan dalam urusan internal negara lain," kata emir.

Meskipun kesulitan blokade, Qatar berhasil mengubah krisis menjadi peluang, sesuai dengan kinerja ekonomi 2018. Demikian seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya