Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Kelirumologi Perubahan Makna

SELASA, 18 DESEMBER 2018 | 06:39 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MASYARAKAT, termasuk masyarakat Indonesia, kerap kali inkonsisten dalam menggunakan bahasa.

Misalnya masyarakat Indonesia semula menggunakan kata “seronok” dalam makna sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu menyenangkan hati; sedap dilihat (didengar dan sebagainya) yang dilengkapi contoh kalimat: dalam dunia keronggengan ini suara pesinden itu sama-sama seronok dan menarik hati.  
Namun suasana positif di dalam kata 'seronok' kerap kali berubah menjadi negatif karena digunakan dalam makna berlawanan  dengan kata 'senonoh' sehingga makna 'seronok' menjadi 'tidak senonoh'.

Seronok

Seronok

Istilah seronok digunakan untuk misalnya mengritik busana penyanyi dangdut yang dinilai tidak senonoh. Akibat lebih sering digunakan dalam arti negatif ketimbang positif maka makna kata 'seronok' menjadi lebih popular dalam arti 'tidak senonoh'.

Masyarakat Indonesia beda dengan masyarakat Malaysia yang masih konsisten menggunakan kata 'seronok' dalam makna menyenangkan hati atau sedap dilihat meski busana biduanita dangdut yang dinilai tidak senonoh oleh sebagian orang (terutama kaum perempuan) yang tidak menyukainya maka menganggapnya sebagai tidak sedap dipandang bisa saja dinilai senonoh oleh sebagian orang (terutama kaum lelaki) yang menyukainya.

Perbedaan selera berdasar gender  memperumit pemaknaan kata 'seronok' dalam makna yang sebenarnya benar alias tidak keliru namun dianggap tidak benar alias keliru akibat melenceng dari makna yang sebenarnya benar alias tidak keliru menjadi keliru alias tidak benar.

Canggih

Nasib tak menentu kata 'seronok' setara dengan nasib  kata 'canggih'.

Semula kata canggih ketika masih ditulis dengan ejaan lama = tjanggih sebenarnya bermakna tidak terlalu positif yaitu cerewet atau bawel.

Perempuan lanjut usia yang cerewet beresiko  disebut sebagai nenek tjanggih. Namun setelah masa ejaan baru tiba di mana kata tjanggih kemudian ditulis menjadi canggih, akibat seorang pejabat tinggi di Jakarta menggunakan istilah canggih untuk memuji teknologi termutakhir maka lambat namun pasti masyarakat Indonesia penganut aliran manut penguasa merubah makna kata canggih dari tidak terlalu positif menjadi sangat positif yaitu banyak mengetahui atau berpengalaman (dalam hal-hal duniawi) bahkan bergaya intelektual.

Menarik adalah sikap ikut-ikutan inkonsisten Kamus Besar Bahasa Indonesia yang memaknakan kata canggih sebagai 1 banyak cakap; bawel; cerewet; 2 suka mengganggu (ribut); 3 tidak dl keadaan yg wajar, murni, atau asli; 4 Tek kehilangan kesederhanaan yg asli (spt sangat rumit, ruwet, atau terkembang): teknik elektronika yg canggih ; 5 banyak mengetahui atau berpengalaman (dlm hal-hal duniawi); 6 bergaya intelektual.

Di alam kemerdekaan plus demokratis jamanow, Anda berhak asasi memilih makna mana yang akan Anda gunakan. MERDEKA! [***]


Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya