Sebanyak 62 gerilyawan al Shabab tewas di tangan militer Amerika Serikat bulan ini.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin (17/12), Komando Afrika militer Amerika Serikat, mengatakan telah melakukan enam serangan udara di wilayah Gandarshe Somalia, tempat para gerilyawan berada.
Empat serangan dilakukan pada tanggal 15 Desember di mana 34 orang tewas dan dua serangan lainnya dilakukan pada 16 Desember yang menewaskan 28 orang. Semua serangan udara berada di daerah pantai Gandarshe selatan ibu kota, Mogadishu.
Pihak militer Amerika Serikat mengklaim, tidak ada warga sipil yang terluka atau tewas dalam serangan itu.
Keenam serangan itu dilakukan dengan koordinasi yang erat dengan pemerintah Somalia. Serangan udara itu dilakukan untuk mencegah al-Shabab dari menggunakan daerah terpencil sebagai tempat yang aman untuk merencanakan, mengarahkan, menginspirasi, dan merekrut untuk serangan di masa depan.
Al-Shabab diketahui menggunakan bagian-bagian Somalia selatan dan tengah untuk merencanakan dan mengarahkan serangan-serangan ekstrimis, mencuri bantuan kemanusiaan, memeras penduduk setempat untuk membiayai operasinya, dan melindungi para radikal.
Dengan serangan ini, militer AS telah melakukan setidaknya 46 serangan udara sejauh ini tahun ini terhadap al-Shabab, yang bersekutu dengan al-Qaida dan kelompok ekstrimis Islam paling aktif di Afrika.
Meski begitu, Al Shabab masih mengontrol bagian-bagian dari Somalia selatan dan tengah pedesaan dan terus melancarkan serangan mematikan di Mogadishu dan kota-kota lainnya. Demikian seperti dimuat
AP News.
[mel]