Berita

Repro

Nusantara

FILM

Inilah, Bos Maling Dipalak Wartawan Maling

SABTU, 15 DESEMBER 2018 | 11:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

"Power  tends to corrupt," kata Filsuf Lord Acton (1834 -1902). Itu bukan hanya untuk pejabat publik. Wartawan juga. Penulis 'merah-hijau'-nya berita. Pembentuk opini publik.

Maka, wartawan bisa disogok. Untuk mengubah merah jadi hijau. Atau menurunkan gradasi merah, jadi kurang merah. Korupsi.

Kalau wartawan terima sogok, merekayasa kebenaran, hukumnya jelas: Dipecat. Dipermalukan. Fotonya dimuat di media tempatnya bekerja. Supaya medianya bersih.


Wartawan pasti takut menerima sogok.

Tapi, power wartawan bisa dimanfaatkan siapa pun. Muncul-lah penyamar wartawan. Dialah penerima sogok. Pencari sogokan: Memeras.

Pada 1980-an penyamar wartawan bergerak berkelompok. Berkumpul mencari mangsa. Bergerak bersama-sama.

Waktu itu ada iklan televisi (di TVRI), obat Bodrex. Digambarkan: Pasukan Bodrex (berbentuk barisan obat, tablet) bergerak menyerang musuh sakit kepala. Berbaris rancak. Kompak. Kelihatan lucu.

Penyamar wartawan, disebut Bodrex oleh wartawan beneran. Sebagai penghinaan. Supaya tobat. Kini disebut Wartawan Abal Abal. Belum juga tobat.

Karena, polisi ragu bertindak. Gamang menafsirkan. Apakah itu pelanggaran etik profesi, ataukah pelanggaran pidana? Kalau etik profesi bukan urusan polisi.

Film pendek ini dibuat mantan Wartawan Jawa Pos, Djono W. Oesman. Jelas. Tegas. Menjawab keraguan Polri. Bahwa itu pelanggaran pasal 369 KUHP. Pemerasan.

Sekaligus, memukul wartawan abal abal. Pukulan telak.

Tapi, simak-lah dengan teliti film ini: Pukulan telak ke arah dua pihak. Kena semua.

Narasumber jangan berbuat salah. Memberi bungkusan, tanda salah. Terjadilah: Maling besar dipalak maling kecil.

Sedangkan maling kecil, masih dipalak maling lebih kecil: Pengamen.

Luar biasa. Silakan ditonton. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya