Berita

Foto/RMOL

Politik

Bakal Viral, Gus Miftah Ceramah Warga NU Tak Wajib Pilih Ma'ruf Amin

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 08:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Potongan video ceramah Kiai Miftah Maulana Habiburrahman beredar di sosial media dan jadi sorotan. Dalam video itu kiai yang biasa disapa Gus Miftah itu menyampaikan anjuran bagi warga Nahdlatul Ulama menyikapi majunya KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.
 
"Tidak ada kewajiban warga Nahdlatul Ulama harus milih Pak Ma'ruf Amin. Begitulah cara menyikapinya," kata Gus Miftah.

"Jadi kiai-kiai jangan sembarangan. Kita warga NU wajib milih Pak Ma'ruf? Hei bro, mulutmu dibayar berapa?" kata kiai yang sudah 14 tahun menyampaikan ceramah di dunia remang-remang dan lingkungan esek-esek itu.


Ia mengatakan kiai yang demikian salah kaprah. Kiai menurut dia, tidak boleh memanfatkan status kiai yang disandangnya.

"Pak Ma'ruf Amin boleh nyapres, boleh nyawapres. Tetapi juga tidak ada kewajiban warga Nahdlatul Ulama untuk memilih Pak Ma'ruf Amin. Tapi ingat, seandainya saja tidak memilih Pak M'ruf, tidak boleh kita meninggalkan rasa hormat kepada Kiai Ma'ruf sebab bagaimanapun juga beliau kiai," katanya.

Video diupload di twitter oleh Mustofa Nahrawardaya di akun @AkunTofa. Hingga Selasa (11/12) pukul 08.18, video berdurasi 44 detik itu sudah ditonton 57 ribu, disukai 4.789 dan 2.715 diretweet.

"Video ini kayaknya bakal viral," tulis Mustofa memberi caption.

Netizen banyak yang mengomentari. Kebanyakan setuju dengan materi ceramah Gus Miftah.

"Cerdas, santun dan ulama lurus," tulis @HamdaniZen.

Akun @Yudhi Brahma mengucap syukur sekaligus berdoa agar Gus Miftah tidak dicap sebagai kiai radikal oleh versi pemerintah.

"Saya murni orang NU tetap hormat sama pak Ma'ruf Amin tapi pilihan saya bukan beliau. Maaf kiai ini demokrasi," timpal @Mulya90164265 membalas @AkunTofa.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya