Berita

Hukum

KPK Terus Telusuri Aliran Dana Proyek KTP-El

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 20:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan terus menelisik aliran dana korupsi pengadaan KTP eletronik yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, ada dugaan aliran dana yang belum terungkap siapa penikmatnya. Termasuk juga di unsur BUMN.

"Di sana ada juga keterlibatan BUMN, ada keterlibatan swasta yang lain yang sebetulnya mereka itu yang menikmati aliran dana itu," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/12).


Hingga kini baru terdapat enam nama yang menjadi pesakitan di lingkaran korupsi pengadaan KTP-el. Mereka adalah mantan Ketua DPR RI Setya Novanto serta pihak swasta Andi Agustinus, Anang Sugiana Sugiarto, dan Irvanto.

Kemudian mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dan mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman.

Selain mencari tersangka, KPK juga menekankan bagaimana kerugian negara dalam skandal KTP-el dapat sepenuhnya dikembalikan kepada negara.

"Dari kerugian sebesar Rp 2,3 triliun itu, sejauh ini recovery asetnya saya kira belum Rp 500 miliar dari yang sudah dilakukan penyitaan oleh KPK," jelasnya. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya