Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Jakarta Intoleran?

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 07:25 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERBERITAKAN bahwa sebuah lembaga survei mengumumkan suatu hasil survei yang meletakkan posisi ke III bagi kota Jakarta dalam urutan kota paling intoleran alias tidak toleran di Indonesia.

Pribadi

Berdasar pengalaman pribadi yang saya alami sendiri sebagai rakyat Indonesia yang bermukim di Jakarta, saya tidak sependapat dengan hasil penelitian tentang kota Jakarta sebagai kota nomor tiga dalam hal paling tidak toleran di Indonesia.


Sebagai warga yang kebetulan beragama Nasrani dan secara etnis-biologis dianggap keturunan yang kini wajib disebut Tionghoa, saya tergolong minoritas. Kaum minoritas lazimnya menjadi sasaran intoleransi kaum mayoritas.

Selama lebih dua puluh tahun sebagai minoritas bermukim di Jakarta, saya tidak merasa diperlakukan secara intoleran oleh mayoritas.  Sesuai sukma kebudayaan Betawi, masyarakat Jakarta senantiasa memperlakukan saya dengan penuh ramah tamah.

Bahkan ketika huruhara Mei 1998 meledak di kota Jakarta, saya diselamatkan oleh para sesama warga  Indonesia yang beda etnis dan agama dengan diri saya sendiri.

Pendek kata saya merasa bahagia dapat menempuh masa sisa hidup saya di kota Jakarta yang menurut keyakinan saya merupakan kota yang sangat ramah dan toleran sama ramah dan toleran dengan kota mana pun di persada Nusantara tercinta ini.

Saya merasa beruntung dilahirkan dan dibesarkan Ibunda tercinta saya di Indonesia maka di Indonesia pula InsyaAllah saya diperkenankan menutup mata setelah menghela nafas terakhir saya.

Rakyat

Twitter Henry MP Siahaan berkicau "Perayaan Natal di GBK Senayan dihadiri 100 ribu penuh hikmat dan sukacita. Era @aniesbaswedan top deh" selaras dengan pendapat saya yang tentu saja tidak berkenan bagi yang meyakini maka menghendaki Jakarta tidak-bisa-tidak hukumnya wajib harus menjadi kota intoleran. Namun sebenarnya memang benar bahwa Jakarta pernah sempat menjadi kota sangat intoleran terhadap rakyat.

Bagi yang tidak percaya silakan bertanya bukan ke saya namun langsung ke para rakyat tergusur di Kalijodo, Pasar Akuarium Luar Batang dan Bukit Duri yang dipaksa mengorbankan gubuk mereka atas nama pembangunan demi menyejahterakan rakyat.  

Pada tanggal 28 September 2016, ratusan warga Bukit Duri dipaksa mengorbankan tanah dan bangunan di mana mereka bermukim untuk digusur secara sempurna melanggar hukum sebab sebenarnya de facto mau pun de jure, tanah dan bangunan di mana mereka bermukim masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara yang kemudian masih ditambah Pengadilan Tinggi  secara hukum memenangkan gugatan class-action warga Bukit Duri. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya