Berita

Foto/RMOL

Nusantara

10 Kota Paling Toleran Di Indonesia Versi Setara Institute

JUMAT, 07 DESEMBER 2018 | 15:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

10 dari 94 kota di Indonesia memiliki skor tertinggi dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2018. Penghargaan diberikan untuk 10 kota tersebut diberikan Setara Institute.

Ketua Setara Insitute, Hendardi mengatakan pihaknya mendorong praktik dan promosi toleransi dari kota-kota di Indonesia.

"Juga untuk memberikan insentif sosial bagi kota-kota yang menunjukkan progres dalam praktik dan promosi toleransi," ujar Hendardi dalam acara 'Penghargaan Kota Toleran' di Hotel Ashley, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).


Indeks Kota Toleran telah digelar Setara Institute sejak 2015 lalu. Dimana, tahun 2018 merupakan penyelenggaraannya yang ketiga.

10 kota toleran dengan skor Indeks Kota Toleran 2018 yakni di peringkat 10 diduduki Kota Surabaya dengan nilai indeks 5,823. Posisi kesembilan Kota Binjai dengan nilai indeks 5,830. Kota Tomohon diperingkat kedelapan dengan nilai indeks 5,833. Kota Kupang ada di peringkat tujuh dengan nilai indeks 5,857. Kota Bekasi di peringkat enam dengan nilai indeks 5,890.

Lalu, di peringkat lima ada Kota Ambon dengan nilai indeks 5,960, menyusul kemudian Kota Manado dengan nilai indeks 6,030.

Di peringkat tiga, diperoleh Kota Pematang Siantar dengan nilai indeks 6,280. Posisi kedua, dihuni Kota Salatiga dengan nilai indeks 6,477. Dan di posisi pertama diraih Kota Singkawang dengan nilai indeks 6,513.

Hadir dalam acara tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua BPIP Haryono, Ketua Satgas Nusantara Irjen Pol Gatot Edi Pramono, 10 delegasi Walikota, Lemhanas Dadan Umar, dan sejumlah Pimpinan Ormas Sipil. [lov]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya