Berita

Foto: Humas MPR

HNW Tawarkan Produk Strategis Indonesia Kepada Oman

RABU, 05 DESEMBER 2018 | 17:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Jarak yang jauh antara Indonesia dan Oman bukan satu halangan bagi kedua negara untuk menjalin persahabatan dan kerja sama.

Jalinan kedua negara sudah dimulai sejak jaman dahulu di mana para saudagar dari Kesultanan Oman berlayar ke nusantara untuk berdagang. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kedatangan mereka ke nusantara juga untuk menyebarkan dan mensyiarkan Islam.

Dari kedatangan mereka membuat ada warga Indonesia keturunan Oman. Jalinan yang sudah terbangun sejak dulu itulah yang membuat hubungan Indonesia-Oman tetap baik.


Hal demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) saat berkunjung ke Majelis Negara Oman (MNA), Muskat, Oman pada 2-4 Desember 2018. Di Majelis itu, HNW bersama delegasi MPR yang lain, Abdul Fikri Faqih dari Fraksi PKS, Muhammad Syafruddin dari Fraksi PAN, serta Duta Besar Indonesia Mustafa Taufik Abdul Lathif diterima oleh Ketua MNA, Yahya bin Mahfudz Al Mundziri.

Kepada Yahya, HNW mengabarkan berbagai perkembangan yang ada di Indonesia. Sebagai bagian dari organisasi internasional, dikatakan Indonesia selalu berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia.

"Indonesia memberi solusi kemanusiaan dan kemerdekaan bagi masalah Rohingya dan Palestina. Untuk menyelesaikan masalah yang ada kami berkoordinasi dengan parlemen internasional termasuk Parlemen Oman," papar Wakil Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Gontor itu.

Menerima tamu dari jauh, Yahya mengungkapkan kebahagiaannya. "Selamat datang yang mulia Bapak Hidayat Nur Wahid," sapanya dengan ramah.

Sama seperti yang disampaikan tamunya, Yahya mengatakan Kesultanan Oman di bawah pemerintahan Sultan Qobus bin Said Al Muadzhdzham terus mempererat kerja sama Indonesia-Oman. "Saya sepakat dengan Indonesia bahwa Indonesia-Oman harus berperan penting untuk membangun keamanan dan perdamaian dunia," tuturnya.

Di negara Arab bagian barat daya itu, HNW juga melakukan kunjungan ke Kementerian Luar Negeri Oman. Di kementerian ini dirinya diterima Deputi Menteri Luar Negeri Oman Bidang Diplomasi, Muhammad bin Awad Al Hasan. Kepada Hasan, dikatakan perlunya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama.

"Pastinya untuk kepentingan bersama," paparnya.

Diungkapkan Indonesia saat ini mengembangkan industri strategis dengan produk yang sudah maju dan bermutu bagus. Produk yang ada sudah dipasarkan dan digunakan oleh negara lain seperti Filiphina dan Thailand. Di sektor inilah yang diharapkan perlu ditingkatkan kerja samanya.

"Kesultananan Oman dapat melihat produk dari Indonesia. Bila cocok bisa dibeli," ujar pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu.

Di negara yang bermata uang rial itu, HNW juga bersilaturahmi dengan Ulama Oman, Syaikh Kahlan bin Nabhan Al Kharushiy. Saat bertatap muka dengan Kahlan, ia menyampaikan banyak kabar tentang dinamika keumatan di Indonesia. Dirinya ingin umat Islam memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Untuk itulah ia mengabarkan bahwa Indonesia membuka kerjasama pendidikan dan menyediakan beasiswa bagi warga negara lain.

Bagi HNW, kerja sama perguruan tinggi kedua negara juga perlu ditingkatkan. Cara untuk memperkuat kerja sama itu menurutnya dengan memperkuat dan mengembangkan seminar, muktamar, studi banding, pertukaran pelajar dan beasiswa yang memberikan manfaat, kebaikan, dan kepentingan bersama. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya