Berita

Dunia

Pasca Pengarahan CIA, Senator AS Makin Yakin MBS Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

RABU, 05 DESEMBER 2018 | 07:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para senator Amerika Serikat mengaku yakin bahwa Putra Mahkota Saudi Mohahmmed bin Salman (MBS) memiliki peran dalam pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul awal Oktober lalu.

Mereka mengaku yakin setelah sesi pengarahan tertutup yang dilakukan oleh direktur CIA, Gina Haspel (Selasa, 4/12).

"Jika putra mahkota datang ke hadapan hakim, dia akan dihukum dalam 30 menit,”  kata Bob Corker, ketua Republik dari komite hubungan luar negeri Senat, pasca pertemuan dengan Haspel.


Diketahui bahwa sejumlah senator terkemuka dari kedua belah pihak menghadiri pengarahan dari Haspel, yang terbang ke Turki untuk mendengar rekaman pembunuhan 2 Oktober dari intersepsi intelijen Turki.

Para senator tidak diizinkan untuk mengungkapkan rincian dari apa yang mereka dengar dari Haspel.

Namun mereka memberikan reaksi kepada media dan tidak sedikit yang mengatakan semakin yakin bahwa MBS ada di balik pembunuhan tersebut.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa tidak ada bukti langsung yang mengarah pada MBS. Sedangkan Menteri Pertahanan Amerika Serikat sebelumnya juga mengatakan bahwa tidak ada senjata api dalam pembunuhan itu. Tetapi Corker mengarakan bahwa ada bukti nyata.

"Anda harus sengaja buta untuk tidak melihat bukti,"jelasnya.

"Tidak mungkin seseorang dengan wajah lurus dapat mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang terjadi," sambung Corker.

Hal senada juga disampaikan Senator Partai Republik Lindsey Graham.

"Tidak ada senjata api, (tetapi) ada gergaji api," jelasnya.

"Saya pergi ke briefing percaya bahwa hampir tidak mungkin untuk operasi seperti ini dilakukan tanpa sepengetahuan putra mahkota. Saya meninggalkan briefing dengan keyakinan tinggi bahwa penilaian awal saya terhadap situasi ini benar,” kata Graham.

"MBS, putra mahkota, adalah bola yang merusak, saya pikir dia terlibat dalam pembunuhan Khashoggi ke tingkat tertinggi," kata Graham menambahkan, seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya