Berita

Anies Baswedan saat revitalisasi TIM beberapa waktu lalu/Net

Nusantara

Revitalisasi TIM, Jakarta Siap Jadi Pusat Seni Dan Budaya Asia

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 12:33 WIB | LAPORAN:

. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Melalui perbaikan sarana tersebut diharapkan akan membawa Jakarta menjadi pusat kesenian dan budaya di Asia.  

Gubernur DKI, Anies Baswedan mengatakan revitalisasi TIM menjadi bagian untuk membawa Jakarta sebagai pusat seni dan kebudayaan Asia.

"Sudah saatnya, Jakarta memiliki pusat kesenian berkelas internasional. Dan saya ingin Jakarta bisa menjadi tuan rumah bagi perhelatan kesenian dan kebudayaan dunia. Itu artinya kerja besar bagi kita semua yang ada di tempat ini," ujar Anies di Jakarta, Selasa (5/12).


Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi DKI, Asiantoro, memaparkan bahwa revitalisasi TIM akan dimulai pada tahun 2019. Pembangunan akan dilakukan selama dua tahun.

"Pada tahun pertama (2019) akan dilakukan pembangunan gedung baru beserta fasilitas penunjang. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 501,5 miliar," ungkao Asiantoro.

Kemudian pembangunan dilanjutkan pada tahun2020. Revitalisasi dilakukan terhadap bangunan eksisting dan penataan ruang terbuka hijau.

"Di tahun ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Jadi total anggaran yang dibutuhkan Rp 1,8 triliun. Pembangunan akan dilakukan oleh PT Jakpro," kata Asiantoro.

Adapun revitalisasi TIM akan dibangun oleh arsitek ternama, Isandra Matin atau Andra Matin. Ia merupakan arsitek yang membangun Bandara Banyuwangi dengan konsep green airport. Andra mengatakan desain revitalisasi dirancang untuk mengembalikan nafas atau soul TIM saat pertamakali dibuat tahun 1968. Yakni bangunan yang sangat inklusif, terbuka, dan guyub.

Andra menegaskan revitalisasi akan menjadikan Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) TIM menjadi taman yang besar. Sehingga dapat menjadi tempat para seniman untuk praktik, latihan, dan mempertunjukkan seninya di luar ruangan(outdoor).

"Masyarakat dapat melihat merekaberlatih atau sekadar menikmati ruang terbukahijau. Sehingga, PKJ TIM menjadi tempat yang inklusif bagi para seniman dan masyarakat," tukasnya.

Revitalisasi akan berlangsung dalam beberapa tahap. Di antaranya, membuat bangunan baruuntuk merelokasi sementara semua kegiatan. Kemudian, bangunan lama akan dipugar. Seperti mengubah lahan parkir menjadi taman, dan memindahkan tempat parkir ke bawah (basement) bangunan yang baru.

Bangunan teater Jakarta dan Planetarium tetap dipertahankan karena termasuk bangunan bersejarah dan dan masih berfungsi baik.

"Interior Planetarium pertahankan. Namun, eksteriornyaakan menyesuaikan dengan desain yang baru," pungkas Andra. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya