Berita

Erdogan dan Maduro/Reuters

Dunia

Bela Venezuela, Turki Kecam Sanksi Ekonomi

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 11:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengecam sanksi yang dijatuhkan kepada Venezuela.

Hal itu disampaikan Erdogan dalam kunjungan resminya ke Caracas awal pekan ini.

Diketahui bahwa Washington telah menjatuhkan sanksi pada pejabat Venezuela yang dituduhkan korupsi, dan pada transaksi keuangan tertentu dengan pemerintah Maduro. Dia ituduh melanggar hak asasi manusia dan memicu krisis ekonomi.


Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini menandatangani sebuah perintah eksekutif yang melarang siapa pun di Amerika Serikat untuk berurusan dengan entitas dan orang-orang yang terlibat dalam penjualan emas di negara Amerika Selatan.

"Masalah politik tidak dapat diselesaikan dengan menghukum seluruh bangsa," kata Erdogan saat konferensi bersama dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di sebuah forum yang dihadiri oleh orang-orang bisnis dari kedua negara.

"Kami tidak menyetujui langkah-langkah ini yang mengabaikan aturan perdagangan global," tambahnya seperti dimuat Reuters.

Meski begitu, Erdogan tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat atau Trump.

Beberapa waktu terakhir, hubunan dagang antara Turki dan Venezuela mengalami peningkatat. Data Turki menunjukkan negara itu mengimpor 900 juta dolar AS emas dari Venezuela dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Sebagai tanggapan, tanpa tanpa menyebut Amerika Serikat, Maduro mencela sanksi dan mengatakan Venezuela memiliki hak untuk menjual emas.

"Sangat kecil untuk mencoba menggunakan sanksi ilegal untuk mencegah Venezuela menjual emasnya kepada dunia," kata Maduro dalam kesempatan yang sama. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya