Berita

Kapal Princess Cruises/Net

Nusantara

Wisata Pesiar Tawarkan Fasilitas Menarik

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 10:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wisata pesiar belakangan ini menjadi pilihan liburan populer bagi wisatawan di seluruh dunia. Untuk itu penting mengetahui informasi seputar wisata pesiar.

Princess Cruises yang dianugerahi penghargaan "Best Cruise Line in Asia" di ajang Asia Cruise Forum 2018, menyampaikan informasi tentang destinasi, fasilitas, serta elemen pesiar jelajah lainnya sebelum memutuskan pergi berpesiar.

"Kami memastikan bahwa para tamu kami mendapatkan semua informasi penting yang diperlukan, sehingga mereka dapat pulang bahagia, puas dan segar kembali," kata Direktur Asia Tenggara Princess Cruises, Farriek Tawfik, Selasa (4/12).


Princess Cruises menawarkan informasi penting dan berguna untuk membantu wisatawan dalam membuat keputusan tepat dalam memilih paket wisata pesiar yang cocok dengan selera dan kepribadian mereka.

Soal biaya wisata pesiar, Farriek Tawfik menyebutkan biaya pelayaran termasuk akomodasi mewah, makanan yang tersedia sepanjang hari, layanan kamar 24 jam, hiburan, serta rangkaian kegiatan menarik tak terbatas, mulai dari kelas Zumba hingga pengalaman bernama "Movies Under the Stars" yang adalah pemutaran film laris terbaru di tepi kolam renang.

"Anda benar-benar dapat menghemat biaya dengan melakukan pelayaran dibandingkan dengan liburan darat, karena tidak perlu membayar tiket pesawat, kereta api, atau taksi untuk membawa Anda dari lokasi satu ke lokasi lainnya," terangnya.

Lalu untuk cara memilih kamar yang tepat, Farriek Tawfik menjelaskan, kabin oceanview dan interior Princess Cruises dapat menampung dua hingga empat tamu, kemudian kamar tersebut menawarkan nilai pengalaman terbaik bagi wisatawan hemat. Untuk grup dan keluarga, dihadirkan kenyamanan dengan menghubungkan kabin dan Family Suites, yang dapat menampung empat hingga delapan tamu.

"Balkon kamar dan Suite pun tersedia. Semua kabin dilengkapi dengan Princess Luxury Bed, tempat tidur pertama dan satu-satunya di dunia yang dikembangkan secara khusus oleh dokter ahli tidur untuk industri pelayaran, guna memastikan bahwa para tamu mendapatkan pengalaman tidur ternyenyak ketika berada di tengah laut," ujarnya.

Bagaimana cara agar tidak mabuk laut, kapal Princess Cruises yang pada umumnya berukuran raksasa dengan kapasitas tampungan rata-rata 2.000 hingga 3.500 tamu, dilengkapi dengan teknologi terkini dan stabilisator modern yang sangat membantu dalam mengurangi gerak, bahkan dalam cuaca buruk sekalipun.

"Namun, jika Anda rentan mabuk laut, Anda dapat memesan kabin yang terletak di bagian tengah kapal yang cenderung memiliki gerakan paling rendah. Anda juga bisa mendapatkan plester perekat obat yang anda tempelkan di belakang daun telinga, atau Sea-Bands yang dikenakan di pergelangan tangan. Selain itu, solusi lainnya adalah untuk mengonsumsi permen jahe dan apel hijau," tuturnya.

Untuk kostum, pakaian santai yang cocok digunakan di laut dan darat di iklim yang lebih panas. Disarankan para wisatawan pesiar membawa sweater, jaket atau mantel segala cuaca untuk malam yang sejuk, dan untuk wisata pantai, tergantung tujuan atau destinasi.

Untuk pakaian makan malam, dapat membawa pakaian yang biasa dikenakan ke restoran pada umumnya, yaitu rok atau gaun, celana panjang, dan sweater untuk wanita, celana dan kemeja kerah terbuka untuk pria. Paket wisata pesiar dengan durasi lima hari atau lebih setidaknya memiliki jadwal satu pengalaman malam makan formal, oleh karena itu, disarankan untuk menyiapkan pakaian formal untuk wanita dan jas untuk pria.

"Terakhir, Princess Cruises memiliki teknologi di atas kapal pesiar yang menawarkan fasilitas telepon dan paket berinternet yang dapat dibeli di atas semua kapal melalui Kafe Internet 24 jam dan WiFi," demikian Farriek Tawfik. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya