Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Keluarga Korban KM Multi Prima 1 Minta Basarnas Perpanjang Masa Pencarian

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 02:18 WIB | LAPORAN:

Badan SAR Nasional diminta memperpanjang masa pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Multi Prima 1 hingga satu pekan ke depan.

Florentina Waton, istri Nahkoda KM Multi Prima 1 Tarsisius Dusi Atulolong mengharapkan, dengan perpanjangan masa pencarian, enam korban lainnya bisa ditemukan.

"Kami semua berharap supaya diperpanjang lagi masa pencariannya," kata ibu satu anak itu kepada wartawan, Senin (3/12).


Senada dikatakan Ummi Hadyah Saleh (Umay), putri salah satu korban Mahmud Dullah Pande Saleh. Dia juga berharap agar masa pencarian korban diperpanjang. Sebab, bukan tidak mungkin ayahnya bersama korban lain sebenarnya selamat namun terdampar di pulau terpencil.

"Kami minta Basarnas untuk memperpanjang waktu lagi pencarian enam korban KM Multi Prima hingga tujuh hari ke depan. Karena bisa saja korban-korban terdampar di suatu pulau," kata Umay.

Pencarian tujuh hari pertama sudah dilakukan hingga 30 November. Karena belum menemukan semua korban, Basarnas pun menambah masa pencarian selama tiga hari.

KM Multi Prima 1 rute Surabaya-Waingapu tersebut tenggelam karena diterjang gelombang di Perairan Kapoposang, Bali pada Kamis (22/11) sekitar pukul 18.00 Wita. Terdapat 14 penumpang yang berlayar dengan kapal barang tersebut. Namun di antara mereka, baru delapan anak buah kapal yang dievakuasi dalam keadaan selamat. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya