Berita

Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di Argentina/Reuters

Dunia

Resmi, Trump Tunda Tarif Impor Baru Untuk China

MINGGU, 02 DESEMBER 2018 | 19:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menunda penerapan tarif baru sebesar 25 persen atas barang impor China selama 90 hari ke depan.

Keputusan itu diambil setelah pertemuan makan malam dengan Presiden China Xi Jinping pasca KTT G20 di Argentina kemarin (Sabtu, 1/12).

Gedung Putih dalam sebuah pernyataan menyebut, penundaan penerapan tarif dilakukan untuk memberi waktu bagi negosiasi mengenai perselisihan perdagangan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara.


Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa makan malam mereka setelah KTT G20 di Buenos Aires adalah pertemuan yang luar biasa dan produktif dengan kemungkinan tak terbatas untuk Amerika Serikat dan China.

Sebuah pernyataan oleh juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dikeluarkan ketika Trump sedang dalam perjalanan kembali ke Washington.

Di antara konsesi yang dibuat antara lain termasuk menghentikan ekspor China ke AS dari fentanil, serta opioid sintetis.

Pernyataan yang sama juga mengatakan bahwa Xi dalam gerakan kemanusiaan yang luar biasa, telah setuju untuk menunjuk fentanil sebagai zat yang dikendalikan, yang berarti bahwa orang yang menjual fentanyl ke Amerika Serikat akan dikenakan hukuman maksimum China di bawah hukum.

Selain itu, seperti dimuat The Guardian, Trump juga tidak akan menindaklanjuti ancamannya untuk menaikkan tarif atas barang-barang China dari 10 persen menjadi 25 persen di tahun 2019 mendatang.

Semula, rencana penerapan tarif baru itu dilakukan sebagai pembalasan atas sejarah panjang praktik perdagangan China yang tidak adil.

Ada kekhawatiran yang tersebar luas bahwa kenaikan tarif yang sedemikian besar dapat memicu perang dagang yang serius antara kedua negara, dengan hasil yang menghancurkan bagi ekonomi global. [mel] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya