Berita

Lopez Obrador/Reuters

Dunia

Dilantik Jadi Presiden Meksiko, Ini Pekerjaan Rumah Lopez Obrador

MINGGU, 02 DESEMBER 2018 | 17:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Veteran kiri Andres Manuel Lopez Obrador resmi dilantik sebagai presiden Meksiko yang baru pada Sabtu (1/12).

Pria 65 tahun itu mengambil sumpah jabatan di majelis rendah Kongres dengan janji untuk membawa kelahiran kembali Meksiko untuk membatalkan apa yang disebutnya warisan bencana dari dekade "neo-pemerintahan liberal".

"Pemerintah tidak akan lagi menjadi panitia untuk melayani minoritas yang rakus," kata presiden baru, yang sering dijuluki AMLO itu.


Mengemban posisi di kursi nomor satu Meksiko bukan tanpa pekerjaan rumah. Sederet masalah serta isu krusial perlu dia tangani segera setelah menjabat.

Reuters
mengabarkan, selain masalah korupsi yang merajalela, kemiskinan kronis, kekerasan geng narkoba serta arus migran yang berbondong-bondong masuk ke Amerika Serikat lewat perbatasan Meksiko menjadi pekerjaan rumah lainnya yang perlu dibenahi Lopez Obrador.

Salah satu yang menjadi isu utama bagi kepemimpinannya adalah mengelola hubungan dengan mitra dagang utama Meksiko, Amerika Serikat.

Lopez Obrador, dalam pidato pelantikannya, menekankan bahwa dia berusaha untuk menahan migrasi melalui kesepakatan dengan Trump dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau untuk mendorong perkembangan di Amerika Tengah dan Meksiko.

Dia juga mencoba untuk meyakinkan bisnis setelah pasar merosot sejak pemilihan 1 Juli di tengah kekhawatiran tentang kebijakannya, termasuk pembatalan mendadak bandara baru Mexico City senilai 13 miliar dolar AS.

Lopez Obrador menegaskan kembali investasi di negara 130 juta orang akan aman, dan dia berjanji untuk menghormati independensi bank sentral.

Dia mengatakan bahwa pemerintahannya akan melakukan penghematan dengan menghentikan kerugian dari dompet publik ke dalam “saluran pembuangan korupsi”. Dia berjanji untuk tidak menaikkan utang atau pajak nasional.

Namun dia menjanjikan upah yang lebih tinggi untuk orang miskin dan toleransi nol untuk korupsi di pemerintahannya. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya