Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Pengunjung Gedung Joang 45 Melonjak Saat Reuni 212

MINGGU, 02 DESEMBER 2018 | 16:20 WIB | LAPORAN:

Tak hanya tukang parkir dan pedagang, momen Reuni Akbar Mujahid 212 juga membawa berkah buat gedung-gedung bersejarah di sekitar Menteng, Jakarta Pusat.

Seperti terpantau di Gedung Joang 45 di Jalan Menteng Raya 31, jumlah pengunjung lebih ramai dari biasanya.

"Pada hari ini ada 100 pengunjung berdatangan rata-rata mereka ke sini dari peserta Reuni 212, dan ini cukup ramai daripada hari biasanya. Alhamdulillah membawa berkah," tutur seorang petugas keamanan Gedung Joang Darsa kepada Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, Minggu (2/11).   


Untuk masuk ke bangunan yang dibangun sekitar tahun 1920-1938 ini para pengunjung dikenai tarif Rp 5 rib per orang untuk dewasa, dan Rp 2 ribu untuk anak-anak.

Salah seorang pengunjung, Mugi Rahayu mengaku sengaja mengajak anak-anaknya ke museum ini, sekaligus menghadiri Reuni Akbar 212.  

"Tepat dengan acara reuni ini saya ke sini sekalian agar anak-anak bisa mengetahui sejarah masa lampau perjuangan Indonesia," katanya di lokasi.

Gedung Joang dahulu dikelola oleh L.C. Schomper, seorang warga keturunan Belanda. Pada masa Hindia Belanda, gedung ini berfungsi sebagai hotel yang bernama Hotel Schomper.

Berbagai koleksi lukisan yang menggambarkan perjuangan pergerakan kemerdekaan RI sekitar tahun 1945-1950-an dipamerkan dalam gedung bersejarah ini. Pada ruangan lainnya pengunjung bisa melihat benda-benda bersejarah, peta berbentuk maket, dan diorama.

Bahkan ada pula pojok multimedia yang menayangkan film dokumenter dan rekaman-rekaman lama perjuangan melawan penjajahan.

Sementara di halaman belakang museum, terdapat tiga kendaraan antik yang pernah digunakan sebagai mobil dinas Presiden Soekarno dan Wakilnya, Mohammad Hatta.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya