Berita

Heri Sumantri/RMOL

Nusantara

Banyak Peserta Reuni 212 Terjebak Di Tugu Tani

MINGGU, 02 DESEMBER 2018 | 10:45 WIB | LAPORAN:

Situasi jalan menuju Monumen Nasional, Jakarta Pusat, terpantau ramai dipadati massa peserta Reuni Akbar Mjuahid 212 baik yang berjalan kaki maupun berkendaraan.

Banyak peserta akhirnya terjebak macet di Bundaran Tugu Tani.

Salah satunya Heri Sumantri dari Cikarang. Ia mengaku datang bersama rombongan dengan menumpang 30 bus.


"Rombongan kami dari Cikarang dikoordinasi oleh Forum Komunikasi Masjid Mushola Cikarang Raya yang diketuai oleh Tokoh Haji Imam Hambali asal Cikarang," tutur Heri kepada Kantor Berita Politik di kawasan Tugu Tani, Jakpus, Minggu (2/11).

Menurutnya, reuni sekarang sangat ramai dibandingkan tahun lalu.

"Dulu reuni 212 saya sampai di Monas, tapi sekarang saja stuck terhenti karena padat di Tugu Tani,  tahun ini luar biasa," ucapannya.

Dalam momentum ni, ia berharap ke depannya pemerintah lebih mendengarkan segala aspirasi umat Islam.

"Seperti saat ini sebagian ulama itu banyak dikesampingkan. Contoh masjid-masjid banyak disebut radikal, ini harus diperhatikan pemerintah," tuturnya.

Hasil temuan pemerintah, dalam hal ini Badan Intelijen Negara (BIN), tentang masjid berpaham radikal, menurut dia, seolah merujuk ke umat Islam.  

"Jangan asal pemerintah anggap umat Islam itu umat yang radikal, atau tidak suka dengan persatuan atau NKRI, umat Islam itu bagian dari NKRI," kata dia.

Ia prihatin pemerintah sempat melarang penyelenggaraan Reuni Akbar Mujahid 212, padahal antusiasi masyarakat, khususnya umat Islam sangat tinggi untuk hadir.

"Dan reuni 212 tahun ini antusias, dilarang dan dilarang kami tetap jalan, ini murni umat, bukan golongan," tegasnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya